Senin, 07 Juli 2014

ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN NUTRILON ROYAL 3






Gambar diatas merupakan salah satu iklan produk susu balita yang ditayangkan di televise yaitu Nutrilon Royal 3. Barisan tagline dalam iklan tersebut berbunyi, I want to live my life to the absolute fullest, to open my eyes to be all i can be, to travel roads not taken, to meet faces unknown, to feel the wind, to touch the stars, i promise to discover myself, to stand tall with greatness, to chase down and catch every dream. 
Iklan ini menampilkan keceriaan dan kebebasan anak-anak yang masing-masing memiliki mimpi yang berbeda. Dalam iklan tersebut dideskripsikan bahwa terdapat cita-cita dan harapan pada diri setiap anak yang terlihat dari ketertarikannya dalam bermain. Masing-masing anak dalam latar yang berbeda mengucap keinginannya dalam bahasa inggris.

Focus analisis semiotika dalam iklan ini menyangkut tanda-tanda atau symbol-simbol yang digunakan dalam iklan tersebut. Dalam versi videonya, iklan ini ditayangkan dalam durasi 1:32 menit. Teknik pengambilan gambar dilakukan dalam beragam angle dengan pergerakan yang sedang. Music pengiring suara seperti flute dan music tabuh juga music klasik.

a.       Pada awal iklan tampak gambaran pemandangan yang indah, yaitu rangkaian gunung, danau, dengan awan-awan putih dilangit. Secara denotasi, pemandangan ini adalah penampang bumi, tempat tinggal kita yang diciptakan oleh Tuhan yang maha kuasa. Secara konotasi, rangkaian gunung,danau dan awan putih dilangit menggambarkan nutrisi dan sari-sari makanan yang berasal dari zat-zat yang terkandung dalam susu.
b.      Anak lelaki berada di atas diatas mobil dengan memegang apel tengah meandang keluar jendela (diiringi suara latar yang berbunyi, I want to live my life to the absolute fullest, dengan paduan suara music klasik). Secara denotasi ini menggambarkan anak lelaki yang tengah menikmati pemandangan dari dalam mobil. Arti konotasinya dikaitkan dengan latar suara yang artinya “saya ingin menjalani hidup saya sepenuhnya dengan mutlak“ yang dapat diartikan, seorang anak laki-laki yang dengan berani menjalani kehidupannya dengan mutlak. Music klasik menggambarkan keindahan intelektual tertinggi, ditujukan bagi para ibu yang menginginkan buah hatinya cerdas sejak dini.
c.       Tampak kembali pemandangan alam yang dilihat seorang anak, yaitu tebing yang tinggi dan diselimuti kabut serta seekor burung yang terbabg. Makna denotasinya adalah tebing yang tinggi dengan seekor burung. Sesdang makna konotasinya yaitu gunung melambangakan kekokohan. Cita-cita yang tinggi harus disertasi dengan pendirian agar semangat walaupun dihadang kendala (dalam hal  ini kabut). Cita-cita harus dikejar dan diikuti kemanapun.
d.      Berikutnya iklan menampilkan anak perempuan yang tengah memetik bunga krisan dan meniupkannya, hal ini sesuai dengan makna denotasinya. Sedang makna konotasinya adalah kekuatan diri seorang anak amatlah diperlukan agar anak mampu bertahan dalam menggapai impiannya dalam situasi apapu dan juga mampu beradaptasi dengan lingkngan manapung yang ditemuinya, sehingga ia menjadi pribadi yang tangguh.
e.       Anak lelaki yang tiduran diatas rerumputan (suara latar: to open my eyes to be all I can be). Makna denotasi adalah seperti apa yang ditampilakan dalam iklan. Makna konotasinya adalah setiap anak memiliki impian yang tak terbatas dan semuanya bisa mereka raih.
f.       Jalanan kosong di hamparan ladang gandum dan padang rumput (suara latar: to travel roads not taken). Makna denotasi adalah apa yang divisualkan dalam iklan. Makna konotasinya adalah jalan yang tidak dilewati semua orang. Bahwa hidup adalah perjalanan dan keberanian untuk mencoba hal yang baru.
g.      Anak-anak yang berlarian di tepi pantai. Makna denotasi adalah hal yang terlihat seperti itu, sedang makna konotasinya adalah anak-anak tidak mempunyai beban dalam hidup sehingga mempunyai semangat dalam menggapai cita-cita.
h.      Enam orang anak dari berbagai ras bercengkerama di jembatan ditepi danau (suara latar: to meet faces unknown ). Makna denotasinya adalah gambaran 6 orang anak sedang bermain ditepi danau. Makna konotasinya adalah produk terkait tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat satu Negara saja. Gambaran tersebut menceritakan anak-anak pemberani yang mewakili berbagaimacam ras yang diikuti dengan kata-kata “to meet faces unknown” yaitu mereka ingin berkenaan dengan orang-orang baru yang tidak dikenal. Mereka mempunyai rasa penasaran yang tinggi dan ingin tahu.
i.        Anak yang merentangkan tangan sambil berputar-putar merasakan angin ( suara latar : to feel the wind ) dan seorang balita yang mengangkat tangannya seolah ingin memetik sesuatu dengan ekspresi bahagia ( suara latar : to touch the stars ). Makna denotasinya merupakan makna seperti yang terlihat, sedangkan makna konotasinya adalah anak yang menginginkan kebebasan dan si balita yang ingin mencapai impinnya yang tinggi. Produsen ingin menyampaikan bahwa produk mereka adalah pilihan yang tepat untuk memberi kebebasan pada anak serta membantunya dalam meraih cita-cita yang tinggi.
j.        Wajah seorang anak lelaki dengan suara latar : I promise to discover my self. Makna denotasinya adalah sesuai dengan apa yang terlihat, sedang makna konotasinya adalah seorang anak yang berjanji pada dirinya sendiri untuk meraih segala cita dan tetap menjadi dirinya sendiri.
k.      Seorang anak lelaki yang berjalan sambil merentangkan tangan ( suara latar : to stand tall with greatness ) dan anak-anak yang berlarian di tepi pantai. Makna denotasinya adalah seperti apa yang terlihat, sedangkan makna konotasinya adalah anak lelaki yang ingin berdiri tegak diatas kakinya sendiri dengan menjadi besar dan kuat. Gerombolan anak-anak menyiratkan bahwa anak tak akan pernah kehilangan keceriaanya dalam situasi apapun.
l.        Anak perempuan yang berlari ke danau (suara latar: to chase down and catch every dream). Makna  denotasinya adalah sepeti apa yang diperlihatkan, sedang makna konotasinya adalah perempuan haruslah menjadi pribadi yang tangguh, pemberani dan memiliki semangat tinggi untuk meraih cita-cita.
m.    Pada bagian akhir adalah gambar produk nutrilon royal 3 dengan tulisan “life is an adventure”. Makna konotasinya adalah kecenderungan untuk berpetualangan sebenarnya telah ada dalah diri setiap anak yang terlahir dengan suatu perasaan keajaiban, dan mendorong untuk menjelajah. Anak kecil yang selalu ingin tahu dan tidak terkekang oleh ketakutan ataupun takut terhadap celaan.
n.      Ada bagian dimana layar kosong dengan latar suara berbunyi : life start here. Berarti kehidupan seorang anak diawali oleh nutrisi apa yang ia dapatkan.
o.      Produsen ingin menyampaikan bahwa, produk mereka membantu membentuk generasi dengan jiwa yang besar dan petualangan sehingga bisa menggapai cita-cita yang diinginkan. Life is an adventure menerangkan bahwa hidup ini penuh dengan petualangan dan hal-hal baru yang menyenangkan. Hal tersebut untuk memotivasi anak-anak dan ibu untuk berpetualangan dalam menggapai impian.


Sabtu, 05 Juli 2014

TRUELY MADLY



Tittle                : TRUELY MADLY
Disclaimer       : super junior belongs to themselves, the story is belongs to us
Author            : Kirei ‘na Chan ( http://www.facebook.com/kireina.chan.5 ) 
Cast                 : Lee Hyukjae as Eunhyuk
                          Kang Hyunna
                          Saerim as Hyunna’s best friend
                          And another
Rating             :  ??
Category         : Oneshoot
Genre              : Romance maybe
Warning          : Boring. cerita datar. TYPO! Mungkin terdapat berbagai kesalahan disana-sini.



 HYUNNA POV

BLIND DATE. Dua kata terindah dalam kamusku. Aku sudah menunggu ini sejak sebulan yang lalu. Ralat – aku sudah ingin dari dulu. Hanya saja kesempatannya baru datang sebulan yang lalu. Promosi produk parfum baru. Kau tahu kan? Beli produknya, kumpulkan poin dan kau akan menang. Aku heran, kenapa Super Junior Oppa mau menjadi bintang iklan produk parfum kacangan yang baunya mirip margarin kadaluarsa. Aku bahkan membeli parfum-parfum itu setiap hari –walaupun aku tidak suka baunya – dan mengisi kupon-kuponnya seperti orang gila. Ohh.. ayolah~ siapa yang peduli dengan baunya? Aku ingin Blind Datenya. Kapan lagi aku bisa kencan buta dengan anggota Boyband terkenal?

Kesempatannya kecil memang. Tapi siapasih yang mau melewatkan undian macam ini? hadiahnya nggak hanya sekedar tanda tangan, tapi kencan 5hari bersana idola dan tempatnya dipilih langsung oleh idolamu sendiri. Hebat kan? Blind Date masih tetap menjadi kata terindah dalam kamusku sampai tadi malam. Hari ini, kedudukannya naik dan resmi menjadi kata paling indah selama 19 tahun hidupku. Pengumumannya keluar hari ini. aku begadang sampai tengah malam menunggu pengumuman pemenang. Dan coba tebak?? Aku lolos. LOLOS mameeennn!!! [?]

Ada taman bunga yang tumbuh di hatiku ketika aku melihat namaku terpampang disana. Aku menutup mata dan berdoa sebelum melihat nama pasanganku. Kubuka sebelah mataku. Detik berikutnya, Mulutku terbuka dan kedua mataku melotot sempurna. Nama pasanganku adalah...... rahasia??

Hah?? Maksudku, Rahasia?? Oh.. yang benar saja!! Maksudku.. wow!! Aku bakalan kencan dengan super junior Oppa!! Aishh.. tapii bagaimana dengan pasanganku? Pasanganku Hangeng Oppa kan? Di dalam voucher kami harus mengisi siapa member yang diinginkan jadi pasangan. Ah!! Tentu saja!
Kusambar telepon yang ada di meja sebelah dan mendial nomor saerim. Ck! Aku adalah sahabat yang baik, dan sahabat baik selalu membagi sedih dan senang bersama sahabatnya! Tiga deringan, dan aku mendengar suara ‘uh-uh’ pelan dari seberang.

“ Saerim! Kau tak akan percaya! “ kataku setengah berteriak. Tidak bisa menyembunyikan kegembiraan yang meluap-luap dari dalam hatiku.

“ Jangan teriak di kupingku! “ balas Saerim tajam. Aku yakin setengah dari nyawanya masih ada di alam mimpi.

“ Cebat bangun cewek pemalas! ini sudah pagi dan aku harus memberitahumu kabar baik yang benar-benar baik. “ kataku penuh semangat. Energi positifku sedang benar-benar penuh sekarang.

“ Bisakah kita membicarakan kabar baik ini besok saja? Ini masih tengah malam dan Aku harus tidur! “ katanya memelas.

“ Tidak bisa!! Ini benar-benar penting! Eum~ menyangkut hidup dan matiku. “

“ Dan kau akan mati jika aku tidak mendengarkannya sekarang? “

“ YA! “

“ Uhh~ baiklah. Mari kita dengarkan, “ katanya. Aku yakin dia sudah lebih bangun sekarang.

“ Kau mau mengatakannya sekarang atau kau mau aku menutup sambungannya? “ tambahnya cepat ketika aku menghembuskan nafas lega.

“ Aku menang Saerim!! Aku benar-benar akan bertemu Hangeng Oppa!! Aku akan kencan! Bertemu Hangeng Oppa! Mendapatkan ciuman pertama yang selama ini selalu aku idam-idamkan! Makan malam romantis dan dansa dibawah sinar bulan! “ teriakku. Oh my God! Aku tidak akan pernah bangun jika ini hanyalah mimpi!

“ Ambil nafas! Dan uh.. selamat “ kata Saerim tak semangat. Benar! Bernafas! BERnafas! BERNAFAS! Aku sedang terlalu sibuk kena serangan jantung daripada ingat untuk bernafas.

“ YA!!! Ini berita besar! Aku akan kencan dengan cinta sejatiku! Kenapa kau tidak semangat sekali sih?! Dimana semangat senin pagimu? Sahabatmu ini akan bertemu dengan cinta sejatinya! “

“ Aku tahu aku tahu.. Kau menang dan itu sangat bagus! Bisakah aku tidur sekarang? “

“ Tunggu!! Jangan tutup sambungannya dong! Aku kan butuh teman ngobrol!! Moodku sedang bagus... dan kencanya tinggal 2 hari lagi dan itu artinya hanya 48 jam dari sekarang! dan berarti.. OH MY GOD!! Aku bahkan tidak pernah pergi ke salon! Aku butuh gaun baru, sepatu baru dan bahkan aku tidak punya— “

“ Dan aku butuh tidur... “ potongnya memelas. Suaranya mulai menghilang lagi. Ck!

“ Baiklah. Maaf. Aku sangat senang.. kau tahu?  “ ya. Saerim pasti sangat lelah. Dan segala hal tentang kencan ini membuatku benar-benar bersemangat. Bagaimana mungkin aku bisa menghabiskan waktu dengan tidur santai jika kencanya tinggal 2 hari lagi?! 2 hari lagi sampai aku bertemu cinta sejatiku! “ Tapi, Saerim apa aku sudah mengatakan bagian terbaiknya? “

“ Ya? “

“ Aku akan kencan dengan Hangeng Opp— tutt...tuttt... tuttt.. – pa~ “ saerim memutus sambungannya. Oh~ siapa yang peduli? Moodku sedang benar-benar bagus dan aku sangat tidak peduli dengan apapun selain masalah kencanku. Kulempar gagang telepon begitu saja dan melompat ke standing carakter-nya hangeng oppa yang aku buat beberapa bulan lalu. “ Hai manis.. Akhirnya, takdir benar-benar akan mempertemukan kita. “ aku bergenit-genit ria didepan benda itu. Apa yang akan aku katakan besok? Ah! Benar. Aku menyambar buku pelajaran bahasa mandarinku yang aku beli dua minggu lalu pada saat acara bazar buku di kampus. Aku harus mulai praktik dari sekarang! Ah kau benar-benar genius Hyunna! Aku bersorak untuk diriku sendiri. “ gege.. wen wo~ [ oppa.. cium aku ] “ kataku manja. Aku  menghabiskan malam untuk menghafal beberapa kata dalam bahasa Cina dan membuat daftar-daftar. Segalanya harus dipersiapkan dengan baik. Baju-baju, gaun, sepatu. Segalanya.

Jadi.. sudahkan aku bilang kalau aku sangat mencintai Hangeng Oppa?

.

.


>> TRUELY MADLY


Akhirnya. Hari H.

Aku mengecek semua barangku. Kado spesial untuk Hangeng Oppa, cek. Baju-baju bagus, cek. Gaun baru, cek. Sepatu keren baru, cek. Aku mencoba sepatunya lagi. Keren! Aku bahkan sudah memakainya seharian kemarin dan sekarang sepatunya sudah benar-benar nggak kaku dan nggak bakal bikin kakiku sakit. Well.. semuanya sudah siap. Aku melirik lagi tumpukan-tumpukan baju ku yang dikeluarkan paksa oleh Saerim dari dalam koperku. “ kau disana Cuma 5 hari dan nggak selamanya. Apa kau mau membawa seluruh isi lemarimu? “ kata Saerim untuk yang ke 72 kali. “ uh,, sejujurnya.. ya “ kataku malu-malu. Bagaimana mungkin Saerim bisa setenang ini?

“ Um.. bagaimana dengan rambutku? “ tanyaku sambil berputar-putar di depan cermin. Hal yang sudah aku lakukan sejak satu jam yang lalu. aku menatap Saerim. Jelas sekali ia terlihat bosan. Saerim adalah sahabat karibku. Kami sudah berteman sejak kami masih bayi. Dia adalah sahabat yang baik. Tetapi dia tidak tertarik dengan anak-anak boyband. Ia selalu bilang bahwa member boyband terlalu cantik untuk ukuran laki-laki dan Saerim nggak suka cowok cantik. Tapi ia tetap mendukungku. Pernah suatu kali aku berhasil membujuknya menonton konser super junior dan Saerim menghabiskan 3 jam didalam gedung konser hanya untuk tidur! Bagaimana dia bisa tidur didalam ruangan ramai dan menganggurkan cowok-cowok seksi yang bergoyang-goyang diatas panggung begitu?

Aku melirik jam. 10.02

Kenapa jam 11 itu lama sekali sih?

“ Duduk dan tenangkan dirimu. Jangan sampai kau ngompol saat bertemu dengannya. “ ujar Saerim memperingatkan. Ia sedang duduk santai ditepi ranjangku sambil memakan biji bunga matahari. “ Mau? “ tawarnya.

Iihhh..

Aku melirik jam lagi.

“ Jamnya nggak akan bergerak kalau terus-terusan kau pelototi “ ujarnya. Benar. Aku harus menunggu dengan sabar. Dan akhirnya, setelah satu jam yang rasanya seperti satu tahun, aku berangkat ke bandara. Saerim yang mengantarku karena aku nggak punya mobil.

Kami tiba di Incheon Airpot jam 11.15 dan pemberangkatan dijadwalkan pukul 13.30. sebelumnya aku harus menemui penanggung jawab penyelenggara dan mendengarkan peraturan-peraturan dari penyelenggara. Well.. sedikit kecewa karena ternyata ini bukanprivat date. Tapi aku tidak peduli. Yang aku pedulikan adalah aku akan kencan dengan hangeng Oppa dan aku bahkan nggak akan peduli jika semua kru membuntuti kemanapun kami pergi nantinya.

“ Bersenang-senanglah “ kata Saerim riang.

“ Aku akan menghubungimu. “ kataku sambil menahan air mata yang akan keluar dari mataku. Kenapa aku jadi cengeng begini?

“ Itulah yang harus kau lakukan. “ katanya sambil menunjuk diriku dengan telunjuknya. Aku memeluknya dan dia menepuk punggungku dua kali lalu menarik diri. Aku melambai dua kali kepada Saerim.

Seseorang yang mengaku dari pihak penyelenggara membawaku ke sebuah ruangan dan menyuruhku menunggu sebentar. Cukup banyak orang yang berpartisipasi. Aku membungkuk dan terus membungkuk kepada orang-orang dalam ruangan. Mataku menyapu seluruh ruangan dan memeriksa setiap sudut ruangan tapi aku tidak menemukan seorangpun yang aku kenali sebagai member super junior. Benar-benar membuatku gugup.

“ Nona Kang? “ panggil seseorang. Pria tua yang tadi menjemputku diluar.

“ Ne? “ jawabku sopan.

“ sambil menunggu, silahkan membaca ini terlebih dahulu. Ini adalah jadwal anda, dan didalamnya berisi peraturan-
peraturan yang harus anda patuhi. Kami harap kita bisa berkerja sama dengan baik. “ jelasnya.

“ uhm.. Ne. Pasti akan saya baca dengan baik. “ ini namanya bukan kencan buta! Bagaimana mungkin kencan diatur oleh script? Ck! “ Ah~ maaf sebelumnya. Kalau boleh, aku ingin tahu siapa pasanganku. “ kataku malu-malu.

“ Ne? Oh.. aku tidak bisa memberitahu sekarang. Oh ya, tolong ikut saya sebentar, kita harus melakukan sedikit wawancara. “ jelasnya lagi.

Apa katanya tadi? Wawancara?

Aku mengekor dibelakangnya. Ia membawaku ke pojok ruangan dan menyuruhku duduk di bangku-bangku yang telah disusun rapi di depan sebuah kamera. Kemudian datang seorang wanita tengah baya yang tersenyum lebar dan duduk disebelahku, memberitahuku bahwa sekarang mereka akan melakukan rekaman wawancara. Ya Tuhan!! Aku akan masuk TV! Dan yang paling penting, aku akan membuat ELF iri besar kepadaku.

“ Eum~ maaf, apakah ini ditayangkan live? “ tanyaku ragu. Bagaimana jika aku punya sehelai rambut kusut?

“ Aniyo, Agashi. Anda tidak perlu khawatir. “ katanya tenang. Syukurlah. Videonya bisa diedit!

“ baiklah. “

Wawancara dimulai dengan kamera yang merekam kami. Well.. sejujurnya aku gugup. Sangat. Aku belum pernah melakukan wawancara sebelumnya dan aku bahkan tidak pernah berfikir bakalan masuk TV. Wawancara dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana perasaanmu menjadi salah satu pemenang diantara puluhan ribu orang? Pertanyaan konyol. Tentu aku sangat senang! Semua orang jelas akan menjawab begitu. Lalu akhirnya tiba di
pertanyaan yang aku tunggu-tunggu.

“ Agashi, apa anda tahu siapa pasangan anda untuk acara kencan anda? “ tanya wanita didepanku.

“ Eum~ aku sangat ingin tahu sebenarnya. “ jawabku jujur. “ dan mungkin anda mau memberi tahuku sekarang? “ tanyaku.

“ Kau benar-benar ingin tahu? “ tanyanya lagi. Menggodaku.

“ Aku memang harus tahu! >.< “ kataku tak sabar.

“ Merutmu siapa kira-kira pasanganmu? “ tanyanya lagi. Sabar Hyuna,,, sabar...

“ Seseorang yang kutuliskan namanya di kupon undian mungkin? aku menebak seseorang sebenarnya. Dan aku sudah mempersiapkan sesuatu yang spesial untuknya. “ jelasku panjang lebar.

Seseorang di belakang kamera memberikan tanda dengan tanganya dan reporter wanita disebelahku mengangguk. Apasih maksudnya?

Tiba-tiba..

“ Annyeong Haseyo.. “

Telingaku menangkap suara. Suara seorang namja. Bulu kudukku berdiri dan rasa dingin menjalar di seluruh permukaan tubuhku. Ini dia. Akhirnya aku benar-benar akan bertemu dengannya. Aku menolehkan wajahku pelan-pelan dan.... daguku jatuh. Bunuh saja aku! Seharusnya aku tidak pernah menyinggung soal hadiah itu.

Aku menoleh. Dan aku melihatnya. Keren. Sangat populer. Rambut rapi. Pakaian mahal. Tampan. Benar-benar tampan. Setelah selama bertahun-tahun aku mengaguminya lewat dunia maya. Setelah bertahun-tahun mereka menghantui tidurku. Akhirnya aku bisa melihat salah satu dari mereka!! Hore untuk diriku. Aku bertemu dan bertatap muka langsung dengan Eunhyuk Super Junior!! Aku bertemu Eunhyuk!! EUNHYUK!! EUN— eh?? Apa aku baru saja bilang Eunhyuk dan bukan Hangeng? Aku melotot lagi. HAH?? Eunhyuk? Oh my.. >

Aku grogi. Sangat grogi. Tapi bagaimana dengan hangeng? Oh.. Lupakan. Siapa yang peduli?? Eunhyuk Oppa tetap Super Junior dan dia sangat tampan. Maksudku, benar-benar tampan. Kau harus melihatnya dari jarak sedekat ini! dan... Ya Tuhan!! Bibirnya! Jangan sampai aku pipis dicelana. Dia benar-benar ada didepanku dan jarak kami nggak lebih dari 2 meter!!!

Reporter dan Eunhyuk Oppa sedang membahas sesuatu entah apa. Aku sedang sibuk kena serangan jantung – lagi – ketika reporter mengatakan hal yang membuatku kena serangan jantung susulan. Serangan jantung kuadrat. 3 kali serangan jantung dalam 2 hari.

“ Nona Kang bilang dia telah menyiapkan sesuatu untukmu Eunhyuk-ssi, benarkan Nona? “
Habis sudah. Mati aku.

“ N-ne? Apa? Oh.. itu.. tidak! M-maksudku Ne. Tentu. “ bagus. Aku bakal kelihatan konyol banget. Aku bahkan nggak bisa ngomong dengan lancar dan Eunhyuk Oppa bakal mengira aku gagu. Bunuh saja aku sekarang... T__T

“ Boleh kami tahu apa yang kau bawa ? “ tanya reporter itu lagi. Kenapa dia cerewet sekali sih??

“ Eum~ kurasa sekarang bukan saat yang tepat. “ brillian!

“ Wah~ pasti sesuatu yang sangat istimewa. “ Dendangnya riang. reporter sok tahu. “ Bagaimana tanggapanmu Eunhyuk-ssi? “ ohh~ aku bahkan nggak berani menatap Oppa. Apakah aku sudah bilang kalau aku grogi? Sepertinya aku
benar-benar harus pipis sekarang.

“ Sebenarnya kau tidak perlu repot-repot. Tetapi karena kau sudah mempersiapkanya, aku akan sangat menunggunya. “ katanya sopan. Aku tersenyum. Selamat.

“ Apa kau mau memberikan sedikit bocoran kepada kami? “

Oh Sial. “ Well... kurasa, tidak. “

“ Apapun itu, aku pasti akan sangat menyukainya “ kata Eunhyuk Oppa riang.

Manis sekali. Calon suami masa depanku yang sangat ideal. Benar-benar seperti apa yang aku bayangkan. Yah~ walaupun aku lebih sering membayangkan Hangeng Oppa sih.. dan aku tidak bisa menahan lebih lama lagi. Aku memang harus pipis!! >

Aku membisikkan sesuatu kepada reporter dan langsung melesat pergi ke kamar mandi tanpa menunggu persetujuan darinya. Pasti aku terlihat konyol. Seharusnya aku memberikan kesan pertama yang manis, dan bukannya meninggalkan wawancara untuk pipis. Oh,, harga diriku,, >< bagaimana mungkin aku bisa bertingkah memalukan didepan Eunhyuk Oppa?! Benar-benar mimpi buruk. Aku harus bicara dengan editornya dan aku mau ia menghilangkan beberapa bagian. Well.. banyak bagian mungkin.


***


“ Jelaskan pelan-pelan! Aku nggak bisa memahami ceritamu kalau kau bahkan nggak menambahkan titik dan koma dan spasi! “ protes Saerim dari seberang. Sekarang jam 16.00 KST dan aku langsung menghubungi Saerim begitu aku sampai di hotel tempat kami akan menginap.

“ Eottokhe~~~????? “ aku setengah mewek. Benar benar nggak tahu harus bagaimana. Ya Tuhan!!!

“ Sekarang kau ada dimana? “ tanyanya.

Hah? Memang aku dimana?? Dimanasih ini?? “ Pulau Jeju. “ kataku dua detik kemudian. Pasti sedang terjadi sesuatu yang salah dalam otakku. “ Nggak penting aku ada dimana! Kau mendengarkan ceritaku nggakk sih??? “ semburku nggak  santai.

“ Ceritakan dari awal! “ titahnya. “ Pelan-pelan dan jangan lupa bernafas! “ tambahnya lagi seolah-olah aku orang gila yang nggak ingat bagaimana caranya bernafas.

Aku menceritakan semuanya dari awal.                                                                         

Hening 3 detik pasca aku menyelesaikan narasiku. “ Eunhyuk yang mana? “ tanya Saerim yang sukses membuatku jatuh kebelakang. Aku memelototi gagang telepon yang jelas Saerim nggak bakal tahu.

“ Lupakan Eunhyuk. “ teriakku frustasi. “ Apa yang harus aku berikan padanya sebagai hadiah? Aku tidak mungkin pergi berbelanja. Aku belum pernah kesini sebelumnya dan bahkan Jadwal kami sudah diatur. “ 

“ Kau kan sudah bikin hadia kemarin?? Kenapa tidak kau berikan itu saja?? “ OH MY..!! aku harap aku bisa memukul kepalanya sekarang.

“ Kau gila??! Itukan album foto untuk Hangeng Oppa! Dan aku pasanganku adalah Eunhyuk!! Aku baru mengatankannya 30 detik yang lalu!! “ duh!! Otak Saerim memang harus di upgrade.

“ Eum~ mian. Hangeng dan Eunhyuk orang yang berbeda. Benar. “ katanya tenang. “ kenapa kau gugup begitu? Kau kan bisa bilang hadiahnya tertinggal di bandara. Lupa membawa hadiah bukan akhir dari dunia. “ Ia benar. Tapi itu akan menjadi alasan ke sekian dari daftarku.

“ Pikirkan sesuatu yang lain. Aku akan menghunungimu lagi nanti. Aku harus bersiap untuk makan malam romantis kami! “
Aku menutup telepon sebelum Saerim sempat mengatakan apapun. Oke. Makan malam romantis. Kali ini aku takkan menghancurkannya.

.

.


>> TRUELY MADLY


EUNHYUK POV


Kubuka tirai kamarku. Cuacanya cerah diluar. Langit malam yang bersih tanpa bintang. Benar-benar indah. Aku benar-benar lelah dan malam ini aku masih ada jadwal dengan pasangan Blind Dateku. Aku tidak boleh mengacaukanya. Kalian tahu? Kami dituntut untuk bekerja secara profesional dan rasa lelah bukanlah alasan. Aku merenggangkan otot sebentar. Aku harus mandi sekarang agar aku bisa istirahat sebentar sebelum makan malamnya dimulai.

Skip time~

Aku sedang bersiap untuk acara makan malamnya ketika ponsel-ku berkedip-kedip riang. Aku mengerutkan alis heran ketika kulihat nama Kyuhyun terpampang di layar ponselku.

“ Hmm.. “

“ Apa gadismu cantik hyung? “ tanya Kyuhyun tanpa basa-basi dari seberang. Ck! Bocah kurang kerjaan.

“ Waeee??? Kau ingin dapat kencan juga? Sayangnya anak dibawah umur nggak bakal dapat bagian. “ jawabku riang.

“ Kau senang sekali ya, Hyukkie Hyung? Ck! Kayak kau sering dapat kencan saja. “ kata Kyuhyun lantang.

Duh! Bocah ini. “ Dan kenapa kau berfikir aku nggak pernah dapat kencan? “ tanyaku meladeni pertanyaannya. Kutebak pasti dia sedang bosan dan memutuskan untuk menggodaku. Uh-oh.

“ Ck! Kau benar-benar nggak tahu hyung? Memangnya kau nggak pernah melihat cermin? “ bernarkan tebakanku?.

“ Hah! Hah! Hah dan HAH! “ Aku membuat suara tawa dipaksakan yang garing. “ Aku bahkan sudah tahu apa yang akan kau katakan. Ada apa meneleponku? Kau kangen padaku ya? “

“ Tutup mulutmu! Walaupun kau sudah tahu seharusnya kau pura-pura nggak tahu dong! Ck! “ komentar Kyuhyun lancar. “ Eum~ Aku sedang gundah gulana Hyung. “

“ Kau gomong apasih?! Memang kau di dorm sendirian? Dimana yang lain? “

“ Selain 5 orang yang dapat kencan membosankan maksudmu? Anak-anak pergi makan. “

“ Dan kenapa kau nggak ikut? “

“ Eum~ “ Kyuhyun terdengar sedang berfikir. “ Aku sakit hyung.. “ katanya dengan suara tangis yang dibuat-buat.

“ Biar ku tebak.” Aku sengaja memberi jeda, “ Diare? “

Hening sesaat. Kyuhyun kena Diare tiga hari yang lalu. Hah! Tebakanku tepat ternyata.

“ Kenapa kau tahu sih? Nggak seru. Diare penyakit berbahaya hyung.. kau nggak kahawatir padaku? “ katanya. Jelas ia ingin meneruskan acara ngobrol nggak penting ini.

“ Aku masih ada jadwal. “ kataku akhirnya.

“ Ck!! Iya aku tahu. Yasudah! Pergi sana! “ omel Kyuhyun dari seberang kemudian memutuskan sambungan. Aku tertawa. Tubuhnya saja yang besar, sifatnya seperti anak 3 tahun.

Bel kamar berbunyi dan aku mendengar suara dari interkom. Aku sudah harus pergi sekarang. Kasihan pasanganku, dia pasti sangat menunggu acara ini.

.

.

Aku sedang di dalam mobil menuju ke tempat dimana kami akan makan malam. Pasangan kencanku – yang belakangan aku ketahui bernama Hyuna – duduk diam di kursi sebelahku. Ia terlihat cantik dengan balutan gaun sutera panjang berwarna hijau zamrud. Rambutnya yang pendek Ia biarkan tergerai begitu saja. Sederhana dan... cantik. Ia terlihat gugup dan berkali-kali meremas tanganya sendiri. Aku tertawa.

“ Keberatan menemaniku ngobrol, Hyunna-ssi? “ tanyaku kemudian.

“ N-ne?? Ah.. tidak. M-maksudku tentu saja tidak, Eunhyuk Opp— m-maksudku Eunhyuk-ssi. “

Aku tertawa. “ Tidak apa-apa. Tenang saja. Yang harus kita lakukan sekarang hanyalah bersenang-senang. Dan.. karena kita hanya berdua sekarang dan kau tidak perlu seformal itu padaku. “

Ia menggaruk tengkuknya.

“ Bagaimana mungkin aku bisa tenang. Aku hampir tidak percaya bisa bertemu denganmu, apalagi duduk di mobil yang sama. Dan aku harus menahan diri untuk tidak berteriak-teriak sepanjang waktu. “ jelasnya sambil tersenyum malu-malu. Anak perempuan yang manis.

“ Benarkah? Kenapa kau berfikir begitu? Segala hal didunia ini sangat mungkin terjadi. “ kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirku. Oh~ kapan aku belajar kata-kata ini? “ Jadi, bagaimana perasaanmu sekarang Hyunna-ssi? “

“ Hyuna saja, please. “ katanya riang. Jelas ia sudah bisa lebih mengontrol keadaan hatinya sekarang.

“ Eum~ karena banyak hal. “ jelasnya. Ia menghembuskan nafas lalu tersenyum simpul, “ Aku bahkan tidak menonton semua konser kalian. Dan karena aku masih harus kuliah aku tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang dilakukan ELF lain yang sebenarnya sangat ingin aku lakukan. “ katanya jujur. Elf selalu membuatku terharu.

“ Kau tidak harus melakukan itu. Dan karena sekarang kau bersamaku, kita harus bersenang-senang. “

Ia tersenyum lebar.

“ Eum~ ngomong-ngomong, berapa usiamu sekarang? “


 HYUNNA POV

Aku adalah wanita paling beruntung di dunia. Jelas.

Eunhyuk Oppa berbeda denga apa yang selama ini aku bayangkan. Ia begitu dewasa dan.. oh GOD! Aku harus menahan diri untuk tidak melihat bibirnya! Bibirnya mengandung magnet yang membuatku terus-terusan ingin melihatnya. Ya Tuhan!!

“ Eum~ ngomong-ngomong, berapa usiamu sekarang? “. Kami sedang melakukan sesuatu yang disebut ‘pendekatan’. Bukan dalam konteks negatif juga sih. Dia melakukan itu pasti karena keadaan disini benar-benar kaku. Aku pasti terlihat
sangat membosankan mengingat dari tadi Oppa-lah yang berusaha memulai percakapan. Aku diam bukan berarti aku nggak pengen ngomong. Banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya, hanya saja mulutku sering lepas kendali dan tidak mematuhi perintah otakku. Jadi, karena malam ini aku harus menjadi yeoja yang manis, aku akan menjawab pertanyaan-pertanyaan darinya saja.

 “ 20tahun. Hihi.. “

“ Jinjayo? “ nada suaranya naik satu oktaf dan matanya melebar.

“ Nn-ne. “ aku menautkan alisku. Ada masalah dengan umur 20?

“  Kukira kau lebih muda. “ katanya malu-malu. “ Maafkan aku, kupikir kau masih 16 tahun. Kau terlihat sangat muda.“ katanya lagi.

Well.. jadi ini berita baik atau buruk? Apa aku terlalu kekanak-kanakan seperti kata Saerim? Duh! >

“ Hah-ha. Aku barusaja bilang kalau aku sedang kuliah, ingat? “ aku tertawa garing. “ Sebenarnya kau yang terlihat sangat muda. Kalian semua terlihat sangat muda. Umurmu sudah 26 tahun dan kau bahkan masih cocok menjadi anak SMU. Dan bahkan Teuki Oppayang sudah berkepala 3 masih cocok jadi anak kuliahan semester awal. “ aku menutup mulutku dengan tangan. mulut terkutuk. Aku ngomong apa sih?

Eunhyuk Oppa tertawa riang disebelahku.

“ kau ini bisa saja. “ katanya senang. “ Hibur aku dengan ceritamu mengenai kami. “ katanya lagi. Oh~ bagaimana aku bisa melakukan itu.

“ Tapi Oppa~ aa.. maksudku, Eunhyuk-ssi, aku— “

“ Kau bisa memanggilku Oppa kalau kau mau. Panggil aku seperti biasa kau memanggilku. “ katannya sambil mengedipkan sebelah matanya padaku. Darahku berhenti mengalir. GOD!!

“ Ini perintah dan jangan melawan. “ tambahnya cepat ketika melihatku mematung ditempat seperti orang tolol.
Pembicaraan berharga kami harus berhenti ketika Oppa membelokkan mobilnya ke sebuat restoran cantik dengan lampu-lampu kuning kecil yang berkedip-kedip riang. Sangat indah. Tempat makan malam romantis yang sangat sempurna! Mungkin aku akan mendapatkan ciuman pertamaku malam ini atau... mungkin juga tidak. Orang-orang dari pihak penyelenggara ternyata sudah stan by menunggu kami. Uhh~ kenapa aku tidak terkejut?

Kami berdua turun dan membungkuk hormat kepada Orang-orang itu. Tanpa membuang waktu, kami menuju teras atas. Dan.. wow! Sangat cantik dari atas sini. Meja makan kami berada ditengah-tengah balkon, dengan cahaya lilin yang menari-nari tertiup angin. Benar-benar sempurna! Aku sedang tersepona – maksudku terpesona – dengan pemandangan lautnya ketika Eunhyuk Oppa memanggilku dan menarik kursi untukku. Aww... manis sekali. Kami memakan hidangan kami dengan kamera yang terus menyorot dan mengawasi gerak-gerik kami. Rasanya seperti seorang penguntit yang tertangkap basah sedang mencuri pakaian dalam idolanya. Sedikit kecewa dan aku lebih menyukai saat kami masih di dalam mobil tadi. Makan malam selesai. Dan minus kamera menyebalkan yang terus-terusan memelototiku, makananya enak sekali lho!

Seleai acara ‘makan malam romantis’ kami, orang-orang dari pihak penyelenggara pamit tak lupa mengingatkan jadwal kami esok hari. Akhirnya, aku berdua lagi dengan Oppa.

“ Mau pergi ke suatu tempat ? “ tawar Oppa sesaat setelah mobil terakhir rombongan penyelenggara hilang dari pandangan.

“ Tentu. “

Yeah~ kenapa tidak?

Kami mengobrol lagi dalam perjalanan. Aku bahkan nggak peduli lagi dia mau mengajakku kemana. Ahh~ apalagi yang lebih indah selain ini? aku bahkan tidak ingat lagi soal HangengOppa – cinta sejatiku –. Aku hanya ingin lebih lama dan lebih lama bersama namja didepanku. Bisakah hentikan waktu sekarang, please? aku benar-benar tidak ingin acara ini berakhir.

.

.

Hari ini kami hanya harus shooting jalan-jalan pagi ditepi pantai. Sisanya kami bebas melakukan apapun yang kami inginkan! YES! Jadi, saudara-saudara, dengan ini saya menyatakan bahwa hari ini resmi menjadi hari Eunna – Eunhyuk Hyunna – sedunia. Uhh.. kayak Eunhyuk Oppa bakal tertarik padaku saja.

“ Ada tempat yang ingin kau kunjungi? “ tanya Eunhyuk Oppa ketika kami sedang sarapan di hotel.

“ Aku ingin. Tetapi aku tidak tahu banyak tentang tempat-tempat di pulau ini. “ aku mengaku.

“ Kau kecewa karena aku memilih tempat ini dan bukan tempat lain? “ tanyanya lalu memasukkan sesendok besar salad buah kedalam mulutnya.

Aku tersedak. “ Apa?! Oh,, tidak. Tentu saja tidak. “ – walaupun sebenarnya aku berharap kau akan mengajakku keluar negeri sih, tambahku dalam hati. “ Aku belum pernah kemari sebelumnya, “ tambahku lagi.

“ Kalau begitu, kita akan berkeliling! “ soraknya.

.

.

Pemberhentian pertama : Bungee Artpia.

Aku turun dari mobil dan berlari kearah rumpun bunga berwarna kuning – yang entah apa namanya – seluas lapangan bola.

WOW!! Bunga-bunganya sangat sangat indah! Aku merentangkan tangan dan menutup mata. Angin bertiup lembut dan menerbangkan helaian rambutku.

“ Kau menyukainya? “ tanya Eunhyuk Oppa sambil tersenyum cerah. Hari ini dia memakai celana pendek selutut dan kaos tanpa lengan yang dibalut jacket coklat susu. Aku membuka mata dan tersenyum lebar selama dua detik, lalu menutup mata lagi, mengabaikan pertanyaanya dan berputar-putar diatas kakiku tanpa membuka mata. “ Rasanya seperti terbang... “ aku bergumam, “ Dan baunya.. “ kuhirup nafas banyak-banyak dan menghembuskannya lagi. “ Seperti kebebasan. “ Aku berhenti berputar dan berdiri sejajar dengan tubuhnya.

“ Bagaimana menurutmu? “ tanya Eunhyuk Oppa dengan gummy smile-nya yang menggoda.

“ Rasanya seperti dalam film Bollywood, “ aku menghirup nafas, “ kau tahu kan? Menyanyi di tempat penuh bunga dan angin yang membelai rambutmu.”  Seperti yang selalu aku tonton bersama Saerim, tambahku dalam hati. Uhh~ sayang sekali Saerim tidak ikut bersamaku.  aku menyesal untuknya.

“ Kau melihat film Bollywood? “ tanya Eunhyuk Oppa menahan tawa.

“ Selalu! “ kataku semangat. “ Mereka bernyanyi dan menari seperti ini.. dan seperti ini.. “ aku menirukan gerakan-gerakan dalam film yang aku tonton. Suara tawa Eunhyuk Oppa membuatku sadar dari tingkah konyolku. Aku benar-benar seperti badut. Aku melihat Eunhyuk Oppa tertawa sampai air mata menggenang di ujung matanya.

“ Mianhe,, “ katanya kemudian, masih tidak bisa meyembunyikan seringai lebar dari wajahnya. “ Aku tidak bermaksud— “

Ya Tuhan!! Dia tertawa!

“ Jangan minta maaf. “ aku menyela. “ Aku sangat khawatir dan berfikir pasti aku sangat membosankan karena kau belum tertawa seperti itu sejak kita bertemu kemarin. Padahal aku selalu melihatmu tertawa seperti tadi di televisi. “


EUNHYUK POV


“ Jangan minta maaf. “ Hyunna menyela ucapanku. “ Aku sangat khawatir dan berfikir pasti aku sangat membosankan karena kau belum tertawa begitu sejak kita bertemu kemarin. Padahal aku selalu melihatmu tertawa seperti tadi di televisi. “

Senyumku hilang perlahan. Berapa usianya sebenarnya? Kenapa dia begitu polos?

Aku memperhatinya. Terkagum-kagum melihat hamparan bunga – yang sebenarnya sangat biasa – di depan kami. Saat memakai gaun hijau zamrudnya semalam, ia terlihat manis dan dewasa. Sekarang ia lebih terlihat seperti anak umur tujuh tahun yang kegirangan karena diberi gula-gula kapas ukuran jumbo. Tanktop warna soft pink dibalut sweeter berjaring-jaring lebar yang kedodoran terlihat manis diatas celana pendeknya. Dia bahkan terlihat manis walau hanya memakai tanktop dan celana kain.

Aku mengerjapkan matakku. Apa yang terjadi padaku? Tidak mungkin aku jatuh cinta padanya karena belum genap 24 jam sejak aku pertama bertemu dengannya kemarin.

“ Mau ke tempat berikutnya? “ tawarku setelah kurasa cukup lama baginya berputar-putar dan memperhatikan bungan-bunga membosankan itu.

“ Bisa tolong ambilkan gambar untukku sebelum pergi? “ tanyanya. “ Aku menyesal karena tidak mengambil foto saat makan malam kemarin. “ tambahnya lagi.

“ Tenang saja. Orang-orang dari pihak penyelenggara pasti punya banyak foto saat kita makan malam. Mereka bahkan merekamnya, kau ingat? “ aku tertawa. Benar-benar gadis polos.

“ Benar juga! “ ia menepuk jidatnya. “ Jadi aku tidak perlu khawatir, “ katanya riang lalu menyerahkan ponselnya padaku.
“ Tolong ambilkan gambarku, “ katanya lagi.

Ia mengangkat tanganya membentuk huruf V dan tertawa lebar. “ Apa kau keberatan jika aku minta foto bersama? Aku tidak akan selalu beruntung dengan mendapatkan kencan buta dengan member Boyband seperti sekarang lagi, “ pintanya.

Aku tertawa dan mengacak pelan rambutnya. Ups... “ Tentu, “ kataku cepat-cepat begitu dia membatu ditempatnya.

Dari Bungee Artpia aku mengajaknya ke Cheonjiyeon.

Setelah sampai di air terjunya, ia langsung membuka sepatunya dan melemparkannya asal, lalu berlari dengan kaki telanjang dan mencelupkan kakinya ke dalam air. Ia menoleh dan melambai padaku, menyuruhku bergabung padanya.

Aku tersenyum dan mendekat. “ Lepaskan sepatumu dan bergabunlah bersamaku, “ dendangnya riang.

“ Eum~.. “ aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal dan duduk mendekap kakiku disebelahnya. “ Aku sudah terlalu sering kesini. “ jawabku.

“ Benarkah? “ ia menciptakan riak-riak air kecil dengan gerakan-gerakan kakinya. “ Apa kau merasa bosan pergi bersamaku? “ tanyanya lagi.

“ Eh.. apa?! Tentu saja tidak. Kan aku yang mengajakmu berkeliling.. “ jawabku ragu. Kenapa sekarang jadi aku yang gugup begini?

Kami menghabiskan 30 menit berikutnya dengan jalan-jalan disekitar air terjun. Ia menceritakan bagaimana Ia dan teman-temannya sesama elf melakukan gathering dan mengobrol membicarakan kami dengan wajah yang berseri-seri. Aku hampir menangis mendengarnya. Bagaimana mungkin kami bisa mendapatkan cinta mereka yang begitu besar? Bagaimana mungkin dia bisa terlihat begitu bahagia hanya dengan menceritakan hal-hal tentang kami? Aku benar-benar harus menahan dorongan untuk memeluk gadis ini dan mengucapkan terimakasih.

Aku mengajaknya makan dan kemudian kembali ke hotel. Aku masih ingin mengajaknya ke suatu tempat sebenarnya. Tapi mungkin aku akan mengajaknya besok saja.

.

.

HYUNNA POV

22.05 PM KST


Aku sedang di dalam kamarku. Mengerjap-ngerjapkan mata berusaha untuk tidur. Tapi mataku masih terbuka dengan sempurna. Jadi aku memanfaatkan waktu untuk rapat evaluasi [?] dengan diriku sendiri. Aku baru bertemu Eunhyuk Oppa kemarin tapi rasanya aku sudah mengenalnya lama. Dia mengajakku jalan-jalan. Jelas hubungan kami sudah mengalami perkembangan yang berarti. Yes! Yes! YES! Yes pangkat 3! Aku benar-benar malu sekaligus senang saat Oppa mengacak rambutku. Pasti wajahku sudah merah padam saat itu. Aku menyambar ponsel dan menghubungi Saerim.

Dua deringan dan aku mendengar suara Saerim.

“ Yeah? “ Saerim menjawab dari seberang.

“ Aku ingin kau ada disini bersamaku. “

Hening sesaat. “ Terjadi sesuatu? “

“ Ya!! “ aku mendesah. “ Aku benar-benar jatuh cinta padanya. “

“ Itu hal yang selalu kau katakan padaku. “ katanya. “ Setiap hari. “ Saerim mengingatkan.

“ Aku tahu, tapi ini berbeda, kau tahu? “ aku mengambil posisi duduk diatas ranjangku. “ Aku memang menyukainya karena dia Super Junior. Tapi ini berbeda. Hiks.. aku harus gimana dong??  “

“ Tentu saja kau harus mencintainya. Kau ELF dan dia Super Junior. Itu wajar. “ terdengar hembusan nafas. “ Kau selalu mengatakan itu padaku, Na-ya.” Jelas saerim panjang lebar.

Aku mendesah panjang. “ Yeah~ mungkin kau benar. “

“ Jangan terlalu berharap dan jangan anggap serius semua yang dia lakukan. “ kata Saerim pelan. “ Aku tahu kau benar-benar menyukainya, dan itu bukan salahmu. “ Saerim memberi jeda pada kalimatnya. “ Kagum pada seseorang bukan masalah, hanya saja jangan terlalu berharap padanya. Eum~ aku hanya tidak ingin kau terlalu terhanyut dengan perasaanmu. Aku senang kalau apa yang kau inginkan akan terwujud nantinya. Tapi, Na-ya, kau juga harus ingat satu hal yang paling penting. “ jeda lagi. “ Cinta seorang artis kepada fans-nya lebih bersifat general, dan kau tahu itu. “ ucap saerim. Aku bisa menangkap nada menyesal dalam ucapanya.

Hening.

Saerim benar.

“ Uh.. yeah~ “ kataku pada akhirnya.

“ Tapi, karena sekarang kau sedang bersamanya, bersenang-senanglah dan lakukan semua hal yang ada dalam daftarmu. “ katanya penuh semangat. “ Jangan sia-siakan kesempatan. “

Aku tertawa. “ Aku pasti terlalu berlebihan tadi. “ aku mengaku. “ baiklah.. mau bertukar cerita? “ tawarku padanya.” Nggak adil kalau aku yang terus-terusan ngomong. Hibur aku sekarang.”

“ Eum~ aku tidak punya cerita apapun untukmu kecuali satu. “ suaranya terdengar malu. Aku diam, menunggunya melanjutkan ceritanya. “ Yeah~ bukan hal besar sih. Kau tahu kan, Hyujin Oppa diaa.. umm.. well.. mengajakku keluar akhir pekan ini, “ jelasnya malu-malu.

“ Mwo???! Tentu saja itu hal yang besar! Kau mendapatkan kencan, sayang! “ kencan sungguhan, aku menambahkan dalam hati.  Aku yang menyuruhnya bersikap lebih terbuka dan sedikit menggoda Hyujin. Dan sekarang mereka benar-benar akan pergi keluar bersama. Hore untuk Saerim.

“ Mungkin aku memang harus mulai mendengarkan saran-saranmu, “ katanya.” Well.. aku harus tidur, dan kau jelas punya jadwal besok pagi. “ terdengar suara tawa “ aku tidak percaya sahabatku sudah jadi artis. “

“ Kau ngomong apa sih? Aku artis yang masa karirnya hanya 5 hari. “ balasku garing. “Well.. selamat malam. “ kataku pada akhirnya.

.

.

Kami punya banyak hal yang harus dikerjakan pagi berkutnya. Ini hari ke-3 ku bersama-sama Eunhyuk Oppa. Itu artinya tinggal satu hari penuh yang bisa kami habiskan bersama-sama karena kami dijadwalkan terbang ke seoul jam 11 siang pada hari ke-5. Seharian ini pihak penyelenggara merekam semua aktivitas kami, dengan jadwal yang telah diatur tentu saja. Kami harus berjalan kaki menyusuri tepi pantai Jungmun, menyewa kapal kecil dan berlayar singkat ke tengah lautan. Pantai ini benar-benar hebat. Tidak terlalu ramai dan pemandanganya benar-benar cantik. Kami mencoba bermain ski air. Air menciprat kemana-mana membuat bajuku basah dan membuat rambutku menempel menutupi wajahku. Itu adalah pengalaman pertamaku. Aku belum pernah bermain ski air sebelumnya. Selesai dengan acara di pantai, kami pergi ke Gunung Halla. Kami tidak naik ke gunungnya tentu saja. Kami hanya jalan-jalan menikmati pemandangan di sekitar gunung. Cuaca sangat cerah dan puncak gunungnya dihiasi kabut-kabut tipis yang menciptakan kesan romantis. Benar-benar indah. Setelah itu kami  pergi ke sebuah danau cantik yang aku lupa namaya. Aku yakin tempat ini pernah digunakan untuk shooting film tertentu. Tapi aku tidak ingat apa. Kami menghabiskan banyak waktu ditempat itu, dan pemberhentian terakhir adalah di rumah makan yang letaknya cukup tinggi sehingga pemandangan lampu-lampu perumahan terlihat indah dari sana. Aku bertemu banyak Elf yang kebetulan sedang berada disana. Mereka mengambil foto-foto kami dan salah seorang diantara mereka mengucapkan selamat padaku. Aku benar-benar sangat beruntung.

Malam harinya setelah sampai di hotel, aku menghabiskan 2 jam penuh ngobrol dengan Eunhyuk Oppa. Aku tidak percaya kami bahkan membicarakan hal-hal yang sifatnya agak pribadi. Kami berseru ketika melihat bintang jatuh dari langit.

Ya Tuhan... aku ingin bertemu dengan orang ini sekali lagi..

.

.

Hari terakhir.

Kami harus melakukan sedikit pemotetran di area hotel. Dan karena kami sudah tidak mempunyai jadwal lagi, Eunhyuk Oppa memutuskan untuk mengajakku jalan-jalan. Sebenarnya aku sangat ingin pergi ke pasar-pasar tradisional dan membeli oleh-oleh untukku sendiri dan untuk Saerim. Tapi mengingat status Eunhyuk Oppa sebagai selebriti, aku tentu tidak mau mengambil resiko membiarkannya dikerubungi ahjumma-ahjumma, atau Elf yang kebetulan sedang berbelanja. Jelas aku tidak mau menyia-nyiakan hari terakhirku dengan hal seperti itu. Setelah lama berputar-putar dan mampir ke minimarket untuk membeli keripik kentang, Oppa kembali mengendarai mobil dan kami berhenti di tepi pantai. Masih satu garis dengan pantai Jungmun, kurasa. Aku melepas sepatu ketsku. Dapat kurasakan pasir putih yang hangat dibawah kakiku dan angin sepoi-sepoi yang berhembus diwajaku. Ahh~ andai saja waktu bisa berhenti..

Matahari mulai condong ke barat. Aku berjalan mendekat dan duduk dengan memeluk lutuku. Eunhyuk Oppa mengambil tempat disebelahku. Oh! Aku ingat sesuatu.

“ Oppa.. apa kau keberatan jika menyanyikan sebuah lagu untukku? “ aku menatapnya malu. Kuserahkan ponselku dan kuberikan padanya. “ Setidaknya, aku punya rekaman suaramu yang bisa kudengarkan sebelum tidur, hihi.. “

Eunhyuk Oppa tertawa dan mengambil ponselku. “ Dan apa yang akan kudapatkan? “ tanyanya sambil mengerling menggodaku.

“ Kuberikan tawaran yang menarik. “ sengaja kuberi jeda pada kalimatku. Eunhyuk Oppa memiringkan kepalanya. “ Akan kuberikan fotoku yang paling cantik agar bisa kau lihat sebelum tidur. “ ujarku pura-pura serius.

Eunhyuk Oppa tertawa lagi. “ cukup adil. “ katanya sambil menggerak-gerakkan kepalanya keatas dan kebawah. “ Baiklah. Lagu apa yang kau inginkan? “ tanyanya kemudian.

“ Marry You? “ aku memberi saran.

Ia bernyanyi. Mungkin suaranya tidak seindah Kyuhyun atau Yesung atau siapapun. Tapi aku benar-benar menikmatinya. Suaranya terdengar indah di telingaku. Lagunya selesai dan ia mengembalikan ponselku. Kami ngobrol panjang lebar. Membicarakan Super Junior tentu saja.

“ Jadi, siapa diantara kami yang lebih kau suka? “ tanya Eunhyuk Oppa saat kami tengah membahas Eunhae Couple dan tingkah-tingkah fans yang menjadi shipper mereka.

“ Aku suka kalian berdua. Tapi aku lebih suka Hangeng Oppa! “ YA!! Aku ngomong apasih? >< aku membuang muka kesamping dan diam-diam memukul kepalaku pelan.

Eunhyuk Oppa tertawa. Kenapa dia tertawa?

“ Jadi kau menyukainya? Kenapa kau lebih menyukainya daripada aku? Kau tidak lihat kalau aku lebih tampan darinya? “ alis matanya terangkat satu, matanya membesar dan menatapku intens pura-pura marah. Dan walaupun aku tahu ia hanya pura-pura tapi itu cukup membuatku menciut dan bingung harus ngomong apa. Ya Tuhan..

“ Bercanda,, “ katanya riang lalu menertawai leluconya sendiri. “ Ngomong-ngomong, kapan kau akan memberikan kado spesialmu untukku? “ tanyanya riang.

Oh, SIAL. Aku bahkan melupakan soal kado itu.

“ Eum~ soal itu ya.. aku... a-akuuu mau main air sekarang. Ayo temani aku! “ aku berdiri dan menariknya ke pantai. Ia berteriak-teriak mengatakan sesuatu tapi aku tidak mempedulikannya. Seseorang harus menghentika pembicaraan ini sekarang.

Aku berhasil menyeretnya ke tepi pantai dan membuat bajunya basah dan oh.. Sial! Bentuk badanya terlihat jelas dibawah kaus putih tipis yang sekarang basah karena air laut. Badannya benar-benar bagus dan benar-benar seksi. Ya Tuhan.. kau lakukan ini padaku? ini jelas godaan yang berat untukku T__T . Ia jelas bersenang-senang dan menyiramiku menggunakan kedua tanganya. Rambutnya basah, membuatnya terlihat semakin seksi. Semoga aku tidak pingsan kena serangan jantung. >.<

Aku menunduk. Jangan lihat bibirnya. Jangan lihat bibirnya! JANGAN lihat bibirnya. Aku melihat bibirnya. Seksi dan.. basah kena air laut. Ya Tuhan!! Aku kehilangan keseimbanganku dan hampir saja terjatuh kebelakan jika saja Eunhyuk Oppa tidak menarikku dengan tanganya. Aku benar-benar berada dalam Drama Condition. Waktu terasa berhenti, dan karena posisinya yang berada diatasku, bibirnya jadi terlihat lebih seksi.

“ Opp-pa~ “ hanya itulah satu-satunya kata yang keluar dari mulutku. Kami membeku selama 6 detik. Dan segalanya terjadi begitu saja. Aku menciumnya! Aku bahkan tidak sadar telah melakukan itu. Oh my.. Eunhyuk Oppa melepaskan tangannya dari pinggangku dan pura-pura menggaruk tengkuknya. Seharusnya aku meminta maaf padanya. Tapi aku terlalu syok dan tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutku. Eunhyuk Oppa mengajakku pulang dan kami menghabiskan waktu di dalam mobil dengan diam. Setelah ini, aku bakalan nggak punya nyali untuk bertatap muka dengannya. Aku sudah menghancurkan kencanku. Aku pasangan kencan paling buruk sepanjang masa. Hiks..

Sepanjang sisa hari itu aku menghindari bertemu Eunhyuk Oppa.  Tapi aku harus bertemu dengannya saat makan malam.

Eunhyuk Oppa mengajakku bicara ketika jam 9. Dia pasti sangat marah padaku. ya Tuhan.. bunuh saja aku dan bibirku yang lantang ini >.<

“ Oppa~ mianhamida. Aku benar-benar tidak bermaksud melakukan itu. Aku.. a-aku... “ dan sekarang aku bahkan menangis di depannya. Betapa aku rasanya ingin bunuh diri sekarang juga. “ kenapa kau minta maaf? Dan.. Ya Tuhan! Kenapa kau menangis? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? “ suara Eunhyuk Oppa terdengar panik. Aku menunduk. Sama sekali tidak berani mengangkat kepalaku.

“ Aku benar-benar tidak tahu kenapa kau menangis. aku minta maaf kalau aku menyakitimu, tapi tolong jangan menangis. aku tidak biasa menghadapi yeoja yang sedang menangis. “ katanya. Aku bisa menangkap nada panik dalam suaranya. Kuhapus air mataku dan memberanikan diri melihat wajahnya dengan hati-hati. “ I-itu.. soal.. hiks tadi pagi.. a-akuu.. “

Diluar dugaan, Eunhyuk Oppa tertawa. Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya heran. “ Kenapa kau minta maaf untuk itu? “ tanyanya sambil mengusap air mata diujung matanya yang hampir jatuh karena tertawa terbahak-bahak.

Aku cegukan. “ K-kupikir kau marah padaku da-dan aku takut O-oppa tidak mau ber— “

“ Jangan seenaknya memutuskan, “ katanya lembut. “ Aku tidak punya alasan untuk marah padamu, “ jeda sebentar. “ Eum~ boleh aku minta hadiahku sekarang? “ tanyanya lagi.

Oh,,

“ a-aku.. tidak punya hadiah. “ kataku jujur.

Eunhyuk Oppa berjalan mendekat dan meremas lenganku. Tunggu dulu! Kenapa dia melakukanya? Jelas-jelas dia tahu aku menyukainya.

“ O-oppa~ tunggu dulu. Apa yang— “

“ boleh aku menciummu? “ tanyanya. Manik matanya yang hitam menatap dalam kedua bola mataku yang bergerak-gerak gelisah.

WHATTTT???!!!

Aku syok selama sedetik. Darahku berhenti mengalir. Aku kena serangan jantung. Aku bakal mati. Selamat tinggal dunia yang indah..

Aku mengangkat wajah dan menatap matanya. Eunhyuk Oppa mendekat dan.. dia menciumku begitu saja. Maksudku, dia BENAR-BENAR menciumku. Aku sedang sibuk kena serangan jantung dan tidak ingat untuk menutup mata. Wajahnya benar-benar dekat. OH. MY. GOD. Setengah dari jiwaku melayang-layang. Jantungku tenggelam. Ya Tuhan! Jangan pernah bangunkan aku dari mimpi ini.

“ Kau tidak punya hutang kado spesial padaku lagi. “ katanya sambil tersenyum. Dia hampir pergi meninggalkanku tetapi aku menariknya.

“ S-sebenarnya, I-itu ciuman pertamaku. “ kataku gugup. Minus ciuman yang aku curi dari Eunyuk Oppa kemarin. “ Tapi aku menyukainya. Karena ciuman pertamaku ternyata dengan orang yang selama ini aku kagumi. “ tambahku cepat ketika kedua matanya membulat dan terlihat kaget.

“ uh.. aku tidak tahu itu. “ ia menggaruk belakang tengkuknya malu-malu. Hening. Tidak ada yang bicara hingga aku mendengar sebuah suara.

“ Boleh aku mendapatkannya lagi? “

Uoh.. siapa itu yang bicara? Aku kenal suaranya. Tapi disini hanya ada aku dan Eunhyuk Oppa. Jadi, suara siapa itu?

Eunhyuk Oppa menatapku intens. Membuatku sadar akan sesuatu. Mulutku lah yang dengan lantang mengucapkan kata-kata itu. Oh~ apa aku terlihat seperti cewek murahan sekarang?

“ Kenapa tidak? “ katanya. Kemudian ia menciumku lagi. Kali ini aku menutup mataku.

Yeah.. kenapa tidak?

Kurasa.. aku mungkin akan bahagia. Aku punya orang tua yang menyayangiku, sahabat yang sangat hebat, nilai-nilaiku di kampus cukup bagus, dan ciuman pertamaku dengan namja luar biasa. Bukan berarti ciuman ini akan menjamin kehidupan asmaraku nantinya sih. Tapi, siapa peduli? Aku mendapatkan ciuman pertamaku.

Dan, satuhal yang aku tahu malam itu. Eunhyuk Oppa benar-benar jago mencium.

.

.

06.38 am.

Aku sedang duduk di kamarku. Barang-barangku telah kubereskan semua. Sepuluh menit kemudian, aku turun ke bawah untuk sarapan. Setelah selesai sarapan nanti, ada jadwal wawancara sampai jam sembilan. Uoh. Aku tidak yakin sanggup bertemu dengan Eunhyuk Oppa pagi ini. Aku tidak mungkin bersikap biasa saja dan pura-pura tidak terjadi apa-apa setelah apa yang kami lakukan semalam. Aku melihatnya. Eunhyuk Oppa. Memakai kaus hitam berkerah rendah dengan jas warna senada. Bahkan hatiku masih meloncat-loncat kegirangan setiap kali melihatnya walaupun kami sudah melakukan banyak hal bersama. Ia tersenyum padaku. aku yakin saat ini pasti wajahku sudah merah seperti kepiting rebus. Bagaimana mungkin dia bisa bersikap biasa saja?

‘ Dia artis, Hyunna.. ‘ aku mengingatkan diriku sendiri. Yeah~ benar. Ciuman pasti bukan sesuatu yang luar biasa untuknya. Uhh.. aku pasti terlalu berharap tadi.

Reporter yang mewawancarai kami adalah reporter wanita yang sama yang mewawancaraiku ketika baru mau berangkat. Dan dia bertanya soal hadiah spesisialku lagi. Ya Tuhan! Eunhyuk Oppa menjawab bahwa itu rahasia dan hanya kami berdua dan Tuhan yang tahu. Membuat si reporter wanita lebih menyemburkan berbagai pertanyaan lagi kepada kami. Artis memang benar-benar hebat.


Skip time~


Kami sedang berada di bandara. 30 menit lagi kami akan terbang ke Seoul dan berakhirlah kencan terindahku sepanjang masa ini.

“ Boleh aku meminjam ponselmu sebentar, H-Hyuna-ssi? Aku harus menghubungi seseorang dan ponselku mati. “ kata Eunhyuk Oppa menginterupsi pikiranku.

“ Tentu, “

Selain itu, tidak banyak yang kami lakukan. Akhirnya kami harus masuk ke pesawat dan kencanku resmi berakhir. Setelah perjalanan yang singkat, kami tiba di  Incheon. Aku membungkuk kepada pihak penyelenggara dan berkali-kali mengucapkan terima kasih. Aku mengucapkan terimakasih dan juga minta maaf kepada Eunhyuk Oppa. Dia tersenyum, memberiku pelukan singkat dan melambai dua kali sebelum akhirnya masuk ke sebuah mobil yang telah menunggunya.

Aku menarik koperku keluar dan melihat Saerim berlari-lari kearahku. Ia memelukku lama dan menarik koperku menuju mobilnya. Tentu, menghujaniku dengan berbagai macam pertanyaan.

.

.

Hari ini tepat seminggu setelah apa yang aku sebut sebagai kencan besar. Acara kencan kami akan ditayangkan malam ini. Hari sabtu malam dan aku terjebak di rumah sendirian. Saerim sedang pergi nonton bersama Hyujin, dan dengan tega meninggalkanku sendirian. Pikiranku dipenuhi dengan kenangan kencanku kemarin. Lima hari dan aku sudah melupakan cinta sejatiku – Hangeng Oppa. Ck!

Acaranya dimulai dan menampilkan diriku yang tersenyum malu-malu kearah kamera. Ya Tuhan!!! Aku masuk TV!

Ponselku berdering. Tepat ketika Eunhyuk Oppa muncul di layar TV kabelku.

Satu kali.

Dua kali.

Tiga kali.

Aku menyambar poselku malas. Ck! Pesan dari seseorang. Aku membukanya.


‘ Annyeong haseyo Hyuna-ssi, keberatan menemaniku keluar malam ini? ‘

Eunhyuk


Begitulah kalimat dalam layar ponselku. Mataku melotot dan mulutku terbuka dengan sempurna. Tapi.. dia tidak punya nomor ponselku. Kami bahkan tidak bertukar nomor ponsel kemarin. Lalu, aku sadar akan sesuatu.

“ Boleh aku meminjam ponselmu sebentar, H-Hyuna-ssi? Aku harus menghubungi seseorang dan ponselku mati. “

Kata-kata Eunhyuk Oppa terngiang-ngiang dikepalaku. Tentu Saja!! Aku bersorak!


Ya Tuhan.


YA Tuhan.


YA TUHAN!


Aku mendial nomor Saerim cepat.

Satu deringan cepat dan dia mengangkatnya.

“ SAERIIIIIIIIIIIIIIIIMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!!!!!!! >< Kau tak akan percaya!! “


~ F I N ~