Tittle
: TRUELY MADLY
Disclaimer
: super junior belongs to themselves, the story is belongs to us
Author :
Kirei ‘na Chan ( http://www.facebook.com/kireina.chan.5 )
Cast
: Lee Hyukjae as Eunhyuk
Kang Hyunna
Saerim as Hyunna’s best friend
And another
Rating
: ??
Category
: Oneshoot
Genre
: Romance maybe
Warning
: Boring. cerita datar. TYPO! Mungkin terdapat berbagai kesalahan disana-sini.
HYUNNA POV
BLIND DATE. Dua kata terindah dalam kamusku. Aku sudah
menunggu ini sejak sebulan yang lalu. Ralat – aku sudah ingin dari dulu. Hanya
saja kesempatannya baru datang sebulan yang lalu. Promosi produk parfum baru.
Kau tahu kan? Beli produknya, kumpulkan poin dan kau akan menang. Aku heran,
kenapa Super Junior Oppa mau menjadi bintang iklan produk
parfum kacangan yang baunya mirip margarin kadaluarsa. Aku bahkan membeli
parfum-parfum itu setiap hari –walaupun aku tidak suka baunya – dan mengisi
kupon-kuponnya seperti orang gila. Ohh.. ayolah~ siapa yang peduli dengan
baunya? Aku ingin Blind Datenya. Kapan lagi aku bisa kencan buta
dengan anggota Boyband terkenal?
Kesempatannya kecil memang. Tapi siapasih yang
mau melewatkan undian macam ini? hadiahnya nggak hanya sekedar tanda tangan,
tapi kencan 5hari bersana idola dan tempatnya dipilih langsung oleh idolamu
sendiri. Hebat kan? Blind Date masih tetap menjadi kata
terindah dalam kamusku sampai tadi malam. Hari ini, kedudukannya naik dan resmi
menjadi kata paling indah selama 19 tahun hidupku. Pengumumannya keluar hari
ini. aku begadang sampai tengah malam menunggu pengumuman pemenang. Dan coba
tebak?? Aku lolos. LOLOS mameeennn!!! [?]
Ada taman bunga yang tumbuh di hatiku ketika
aku melihat namaku terpampang disana. Aku menutup mata dan berdoa sebelum
melihat nama pasanganku. Kubuka sebelah mataku. Detik berikutnya, Mulutku terbuka
dan kedua mataku melotot sempurna. Nama pasanganku adalah...... rahasia??
Hah?? Maksudku, Rahasia?? Oh.. yang benar
saja!! Maksudku.. wow!! Aku bakalan kencan dengan super junior Oppa!!
Aishh.. tapii bagaimana dengan pasanganku? Pasanganku Hangeng Oppa kan?
Di dalam voucher kami harus mengisi siapa member yang diinginkan jadi pasangan.
Ah!! Tentu saja!
Kusambar telepon yang ada di meja sebelah dan
mendial nomor saerim. Ck! Aku adalah sahabat yang baik, dan sahabat baik selalu
membagi sedih dan senang bersama sahabatnya! Tiga deringan, dan aku mendengar
suara ‘uh-uh’ pelan dari seberang.
“ Saerim! Kau tak akan percaya! “ kataku
setengah berteriak. Tidak bisa menyembunyikan kegembiraan yang meluap-luap dari
dalam hatiku.
“ Jangan teriak di kupingku! “ balas Saerim
tajam. Aku yakin setengah dari nyawanya masih ada di alam mimpi.
“ Cebat bangun cewek pemalas! ini sudah pagi
dan aku harus memberitahumu kabar baik yang benar-benar baik. “ kataku penuh
semangat. Energi positifku sedang benar-benar penuh sekarang.
“ Bisakah kita membicarakan kabar baik ini
besok saja? Ini masih tengah malam dan Aku harus tidur! “ katanya memelas.
“ Tidak bisa!! Ini benar-benar penting! Eum~ menyangkut
hidup dan matiku. “
“ Dan kau akan mati jika aku tidak mendengarkannya
sekarang? “
“ YA! “
“ Uhh~ baiklah. Mari kita
dengarkan, “ katanya. Aku yakin dia sudah lebih bangun sekarang.
“ Kau mau mengatakannya sekarang atau kau mau
aku menutup sambungannya? “ tambahnya cepat ketika aku menghembuskan nafas
lega.
“ Aku menang Saerim!! Aku benar-benar akan
bertemu Hangeng Oppa!! Aku akan kencan! Bertemu Hangeng Oppa!
Mendapatkan ciuman pertama yang selama ini selalu aku idam-idamkan! Makan malam
romantis dan dansa dibawah sinar bulan! “ teriakku. Oh my God! Aku
tidak akan pernah bangun jika ini hanyalah mimpi!
“ Ambil nafas! Dan uh.. selamat “ kata Saerim
tak semangat. Benar! Bernafas! BERnafas! BERNAFAS! Aku sedang terlalu sibuk
kena serangan jantung daripada ingat untuk bernafas.
“ YA!!! Ini berita besar! Aku
akan kencan dengan cinta sejatiku! Kenapa kau tidak semangat sekali sih?!
Dimana semangat senin pagimu? Sahabatmu ini akan bertemu dengan cinta
sejatinya! “
“ Aku tahu aku tahu.. Kau menang dan itu
sangat bagus! Bisakah aku tidur sekarang? “
“ Tunggu!! Jangan tutup sambungannya dong! Aku
kan butuh teman ngobrol!! Moodku sedang bagus... dan kencanya
tinggal 2 hari lagi dan itu artinya hanya 48 jam dari sekarang! dan
berarti.. OH MY GOD!! Aku bahkan tidak pernah pergi ke salon! Aku
butuh gaun baru, sepatu baru dan bahkan aku tidak punya— “
“ Dan aku butuh tidur... “ potongnya memelas.
Suaranya mulai menghilang lagi. Ck!
“ Baiklah. Maaf. Aku sangat senang.. kau
tahu? “ ya. Saerim pasti sangat lelah. Dan segala hal tentang kencan ini
membuatku benar-benar bersemangat. Bagaimana mungkin aku bisa menghabiskan
waktu dengan tidur santai jika kencanya tinggal 2 hari lagi?! 2 hari lagi
sampai aku bertemu cinta sejatiku! “ Tapi, Saerim apa aku sudah mengatakan
bagian terbaiknya? “
“ Ya? “
“ Aku akan kencan dengan Hangeng Opp—
tutt...tuttt... tuttt.. – pa~ “ saerim memutus sambungannya.
Oh~ siapa yang peduli? Moodku sedang benar-benar bagus dan aku
sangat tidak peduli dengan apapun selain masalah kencanku. Kulempar gagang
telepon begitu saja dan melompat ke standing carakter-nya hangeng oppa yang aku
buat beberapa bulan lalu. “ Hai manis.. Akhirnya, takdir benar-benar akan
mempertemukan kita. “ aku bergenit-genit ria didepan benda itu. Apa yang akan
aku katakan besok? Ah! Benar. Aku menyambar buku pelajaran bahasa mandarinku
yang aku beli dua minggu lalu pada saat acara bazar buku di kampus. Aku harus
mulai praktik dari sekarang! Ah kau benar-benar genius Hyunna! Aku bersorak
untuk diriku sendiri. “ gege.. wen wo~ [ oppa.. cium aku ] “
kataku manja. Aku menghabiskan malam untuk menghafal beberapa kata dalam
bahasa Cina dan membuat daftar-daftar. Segalanya harus dipersiapkan dengan
baik. Baju-baju, gaun, sepatu. Segalanya.
Jadi.. sudahkan aku bilang kalau aku sangat
mencintai Hangeng Oppa?
.
.
>> TRUELY MADLY
Akhirnya. Hari H.
Aku mengecek semua barangku. Kado spesial
untuk Hangeng Oppa, cek. Baju-baju bagus, cek. Gaun baru, cek.
Sepatu keren baru, cek. Aku mencoba sepatunya lagi. Keren! Aku bahkan sudah
memakainya seharian kemarin dan sekarang sepatunya sudah benar-benar nggak kaku
dan nggak bakal bikin kakiku sakit. Well.. semuanya sudah
siap. Aku melirik lagi tumpukan-tumpukan baju ku yang dikeluarkan paksa oleh
Saerim dari dalam koperku. “ kau disana Cuma 5 hari dan nggak selamanya. Apa
kau mau membawa seluruh isi lemarimu? “ kata Saerim untuk yang ke 72 kali.
“ uh,, sejujurnya.. ya “ kataku malu-malu. Bagaimana mungkin
Saerim bisa setenang ini?
“ Um.. bagaimana dengan rambutku? “ tanyaku
sambil berputar-putar di depan cermin. Hal yang sudah aku lakukan sejak satu
jam yang lalu. aku menatap Saerim. Jelas sekali ia terlihat bosan. Saerim
adalah sahabat karibku. Kami sudah berteman sejak kami masih bayi. Dia adalah
sahabat yang baik. Tetapi dia tidak tertarik dengan anak-anak boyband.
Ia selalu bilang bahwa member boyband terlalu cantik untuk
ukuran laki-laki dan Saerim nggak suka cowok cantik. Tapi ia tetap mendukungku.
Pernah suatu kali aku berhasil membujuknya menonton konser super junior dan
Saerim menghabiskan 3 jam didalam gedung konser hanya untuk tidur! Bagaimana
dia bisa tidur didalam ruangan ramai dan menganggurkan cowok-cowok seksi yang
bergoyang-goyang diatas panggung begitu?
Aku melirik jam. 10.02
Kenapa jam 11 itu lama sekali sih?
“ Duduk dan tenangkan dirimu. Jangan sampai
kau ngompol saat bertemu dengannya. “ ujar Saerim memperingatkan. Ia sedang
duduk santai ditepi ranjangku sambil memakan biji bunga matahari. “ Mau? “
tawarnya.
Iihhh..
Aku melirik jam lagi.
“ Jamnya nggak akan bergerak kalau
terus-terusan kau pelototi “ ujarnya. Benar. Aku harus menunggu dengan sabar.
Dan akhirnya, setelah satu jam yang rasanya seperti satu tahun, aku berangkat
ke bandara. Saerim yang mengantarku karena aku nggak punya mobil.
Kami tiba di Incheon Airpot jam
11.15 dan pemberangkatan dijadwalkan pukul 13.30. sebelumnya aku harus menemui
penanggung jawab penyelenggara dan mendengarkan peraturan-peraturan dari
penyelenggara. Well.. sedikit kecewa karena ternyata ini bukanprivat
date. Tapi aku tidak peduli. Yang aku pedulikan adalah aku akan kencan
dengan hangeng Oppa dan aku bahkan nggak akan peduli jika
semua kru membuntuti kemanapun kami pergi nantinya.
“ Bersenang-senanglah “ kata Saerim riang.
“ Aku akan menghubungimu. “ kataku sambil
menahan air mata yang akan keluar dari mataku. Kenapa aku jadi cengeng begini?
“ Itulah yang harus kau lakukan. “ katanya
sambil menunjuk diriku dengan telunjuknya. Aku memeluknya dan dia menepuk
punggungku dua kali lalu menarik diri. Aku melambai dua kali kepada Saerim.
Seseorang yang mengaku dari pihak
penyelenggara membawaku ke sebuah ruangan dan menyuruhku menunggu sebentar.
Cukup banyak orang yang berpartisipasi. Aku membungkuk dan terus membungkuk
kepada orang-orang dalam ruangan. Mataku menyapu seluruh ruangan dan memeriksa
setiap sudut ruangan tapi aku tidak menemukan seorangpun yang aku kenali
sebagai member super junior. Benar-benar membuatku gugup.
“ Nona Kang? “ panggil
seseorang. Pria tua yang tadi menjemputku diluar.
“ Ne? “ jawabku sopan.
“ sambil menunggu, silahkan membaca ini terlebih
dahulu. Ini adalah jadwal anda, dan didalamnya berisi peraturan-
peraturan yang harus anda patuhi. Kami harap
kita bisa berkerja sama dengan baik. “ jelasnya.
“ uhm.. Ne. Pasti akan saya baca
dengan baik. “ ini namanya bukan kencan buta! Bagaimana mungkin kencan diatur
oleh script? Ck! “ Ah~ maaf sebelumnya. Kalau boleh, aku ingin
tahu siapa pasanganku. “ kataku malu-malu.
“ Ne? Oh.. aku tidak bisa
memberitahu sekarang. Oh ya, tolong ikut saya sebentar, kita harus melakukan
sedikit wawancara. “ jelasnya lagi.
Apa katanya tadi? Wawancara?
Aku mengekor dibelakangnya. Ia membawaku ke
pojok ruangan dan menyuruhku duduk di bangku-bangku yang telah disusun rapi di
depan sebuah kamera. Kemudian datang seorang wanita tengah baya yang tersenyum
lebar dan duduk disebelahku, memberitahuku bahwa sekarang mereka akan melakukan
rekaman wawancara. Ya Tuhan!! Aku akan masuk TV! Dan yang paling penting, aku
akan membuat ELF iri besar kepadaku.
“ Eum~ maaf, apakah ini ditayangkan live?
“ tanyaku ragu. Bagaimana jika aku punya sehelai rambut kusut?
“ Aniyo, Agashi. Anda tidak
perlu khawatir. “ katanya tenang. Syukurlah. Videonya bisa diedit!
“ baiklah. “
Wawancara dimulai dengan kamera yang merekam
kami. Well.. sejujurnya aku gugup. Sangat. Aku belum pernah melakukan
wawancara sebelumnya dan aku bahkan tidak pernah berfikir bakalan masuk TV.
Wawancara dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana perasaanmu
menjadi salah satu pemenang diantara puluhan ribu orang? Pertanyaan konyol.
Tentu aku sangat senang! Semua orang jelas akan menjawab begitu. Lalu akhirnya
tiba di
pertanyaan yang aku tunggu-tunggu.
“ Agashi, apa anda tahu siapa
pasangan anda untuk acara kencan anda? “ tanya wanita didepanku.
“ Eum~ aku sangat ingin tahu sebenarnya. “
jawabku jujur. “ dan mungkin anda mau memberi tahuku sekarang? “ tanyaku.
“ Kau benar-benar ingin tahu? “ tanyanya lagi.
Menggodaku.
“ Aku memang harus tahu! >.< “ kataku
tak sabar.
“ Merutmu siapa kira-kira pasanganmu? “
tanyanya lagi. Sabar Hyuna,,, sabar...
“ Seseorang yang kutuliskan namanya di kupon
undian mungkin? aku menebak seseorang sebenarnya. Dan aku sudah mempersiapkan
sesuatu yang spesial untuknya. “ jelasku panjang lebar.
Seseorang di belakang kamera memberikan tanda
dengan tanganya dan reporter wanita disebelahku mengangguk. Apasih maksudnya?
Tiba-tiba..
“ Annyeong Haseyo.. “
Telingaku menangkap suara. Suara seorang namja.
Bulu kudukku berdiri dan rasa dingin menjalar di seluruh permukaan tubuhku. Ini
dia. Akhirnya aku benar-benar akan bertemu dengannya. Aku menolehkan wajahku
pelan-pelan dan.... daguku jatuh. Bunuh saja aku! Seharusnya aku tidak pernah
menyinggung soal hadiah itu.
Aku menoleh. Dan aku melihatnya. Keren. Sangat
populer. Rambut rapi. Pakaian mahal. Tampan. Benar-benar tampan. Setelah selama
bertahun-tahun aku mengaguminya lewat dunia maya. Setelah bertahun-tahun mereka
menghantui tidurku. Akhirnya aku bisa melihat salah satu dari mereka!! Hore
untuk diriku. Aku bertemu dan bertatap muka langsung dengan Eunhyuk Super Junior!!
Aku bertemu Eunhyuk!! EUNHYUK!! EUN— eh?? Apa aku baru saja bilang
Eunhyuk dan bukan Hangeng? Aku melotot lagi. HAH?? Eunhyuk? Oh my..
>
Aku grogi. Sangat grogi. Tapi bagaimana dengan
hangeng? Oh.. Lupakan. Siapa yang peduli?? Eunhyuk Oppa tetap
Super Junior dan dia sangat tampan. Maksudku, benar-benar tampan. Kau harus
melihatnya dari jarak sedekat ini! dan... Ya Tuhan!! Bibirnya! Jangan sampai
aku pipis dicelana. Dia benar-benar ada didepanku dan jarak kami nggak lebih
dari 2 meter!!!
Reporter dan Eunhyuk Oppa sedang
membahas sesuatu entah apa. Aku sedang sibuk kena serangan jantung – lagi –
ketika reporter mengatakan hal yang membuatku kena serangan jantung susulan.
Serangan jantung kuadrat. 3 kali serangan jantung dalam 2 hari.
“ Nona Kang bilang dia telah menyiapkan
sesuatu untukmu Eunhyuk-ssi, benarkan Nona? “
Habis sudah. Mati aku.
“ N-ne? Apa? Oh.. itu.. tidak!
M-maksudku Ne. Tentu. “ bagus. Aku bakal kelihatan konyol banget.
Aku bahkan nggak bisa ngomong dengan lancar dan Eunhyuk Oppa bakal
mengira aku gagu. Bunuh saja aku sekarang... T__T
“ Boleh kami tahu apa yang kau bawa ? “ tanya
reporter itu lagi. Kenapa dia cerewet sekali sih??
“ Eum~ kurasa sekarang bukan saat yang tepat.
“ brillian!
“ Wah~ pasti sesuatu yang sangat istimewa. “
Dendangnya riang. reporter sok tahu. “ Bagaimana tanggapanmu Eunhyuk-ssi?
“ ohh~ aku bahkan nggak berani menatap Oppa. Apakah aku sudah
bilang kalau aku grogi? Sepertinya aku
benar-benar harus pipis sekarang.
“ Sebenarnya kau tidak perlu repot-repot. Tetapi
karena kau sudah mempersiapkanya, aku akan sangat menunggunya. “ katanya sopan.
Aku tersenyum. Selamat.
“ Apa kau mau memberikan sedikit bocoran
kepada kami? “
Oh Sial. “ Well... kurasa,
tidak. “
“ Apapun itu, aku pasti akan sangat
menyukainya “ kata Eunhyuk Oppa riang.
Manis sekali. Calon suami masa depanku yang
sangat ideal. Benar-benar seperti apa yang aku bayangkan. Yah~ walaupun aku
lebih sering membayangkan Hangeng Oppa sih.. dan aku tidak
bisa menahan lebih lama lagi. Aku memang harus pipis!! >
Aku membisikkan sesuatu kepada reporter dan
langsung melesat pergi ke kamar mandi tanpa menunggu persetujuan darinya. Pasti
aku terlihat konyol. Seharusnya aku memberikan kesan pertama yang manis, dan
bukannya meninggalkan wawancara untuk pipis. Oh,, harga diriku,, ><
bagaimana mungkin aku bisa bertingkah memalukan didepan Eunhyuk Oppa?!
Benar-benar mimpi buruk. Aku harus bicara dengan editornya dan aku mau ia
menghilangkan beberapa bagian. Well.. banyak bagian mungkin.
***
“ Jelaskan pelan-pelan! Aku nggak bisa
memahami ceritamu kalau kau bahkan nggak menambahkan titik dan koma dan spasi!
“ protes Saerim dari seberang. Sekarang jam 16.00 KST dan aku langsung
menghubungi Saerim begitu aku sampai di hotel tempat kami akan menginap.
“ Eottokhe~~~????? “ aku
setengah mewek. Benar benar nggak tahu harus bagaimana. Ya Tuhan!!!
“ Sekarang kau ada dimana? “ tanyanya.
Hah? Memang aku dimana?? Dimanasih ini?? “
Pulau Jeju. “ kataku dua detik kemudian. Pasti sedang terjadi sesuatu yang
salah dalam otakku. “ Nggak penting aku ada dimana! Kau mendengarkan ceritaku
nggakk sih??? “ semburku nggak santai.
“ Ceritakan dari awal! “ titahnya. “
Pelan-pelan dan jangan lupa bernafas! “ tambahnya lagi seolah-olah aku orang
gila yang nggak ingat bagaimana caranya bernafas.
Aku menceritakan semuanya dari
awal.
Hening 3 detik pasca aku menyelesaikan
narasiku. “ Eunhyuk yang mana? “ tanya Saerim yang sukses membuatku jatuh
kebelakang. Aku memelototi gagang telepon yang jelas Saerim nggak bakal tahu.
“ Lupakan Eunhyuk. “ teriakku frustasi. “ Apa
yang harus aku berikan padanya sebagai hadiah? Aku tidak mungkin pergi
berbelanja. Aku belum pernah kesini sebelumnya dan bahkan Jadwal kami sudah
diatur. “
“ Kau kan sudah bikin hadia kemarin?? Kenapa
tidak kau berikan itu saja?? “ OH MY..!! aku harap aku bisa memukul
kepalanya sekarang.
“ Kau gila??! Itukan album foto untuk
Hangeng Oppa! Dan aku pasanganku adalah Eunhyuk!! Aku baru mengatankannya
30 detik yang lalu!! “ duh!! Otak Saerim memang harus di upgrade.
“ Eum~ mian. Hangeng dan Eunhyuk orang yang
berbeda. Benar. “ katanya tenang. “ kenapa kau gugup begitu? Kau kan bisa
bilang hadiahnya tertinggal di bandara. Lupa membawa hadiah bukan akhir dari
dunia. “ Ia benar. Tapi itu akan menjadi alasan ke sekian dari daftarku.
“ Pikirkan sesuatu yang lain. Aku akan
menghunungimu lagi nanti. Aku harus bersiap untuk makan malam romantis kami! “
Aku menutup telepon sebelum Saerim sempat mengatakan
apapun. Oke. Makan malam romantis. Kali ini aku takkan menghancurkannya.
.
.
>> TRUELY MADLY
EUNHYUK POV
Kubuka tirai kamarku. Cuacanya cerah diluar.
Langit malam yang bersih tanpa bintang. Benar-benar indah. Aku benar-benar
lelah dan malam ini aku masih ada jadwal dengan pasangan Blind Dateku.
Aku tidak boleh mengacaukanya. Kalian tahu? Kami dituntut untuk bekerja secara
profesional dan rasa lelah bukanlah alasan. Aku merenggangkan otot sebentar.
Aku harus mandi sekarang agar aku bisa istirahat sebentar sebelum makan
malamnya dimulai.
Skip time~
Aku sedang bersiap untuk acara makan malamnya
ketika ponsel-ku berkedip-kedip riang. Aku mengerutkan alis heran ketika
kulihat nama Kyuhyun terpampang di layar ponselku.
“ Hmm.. “
“ Apa gadismu cantik hyung? “
tanya Kyuhyun tanpa basa-basi dari seberang. Ck! Bocah kurang kerjaan.
“ Waeee??? Kau ingin dapat
kencan juga? Sayangnya anak dibawah umur nggak bakal dapat bagian. “ jawabku
riang.
“ Kau senang sekali ya, Hyukkie Hyung?
Ck! Kayak kau sering dapat kencan saja. “ kata Kyuhyun lantang.
Duh! Bocah ini. “ Dan kenapa kau berfikir aku
nggak pernah dapat kencan? “ tanyaku meladeni pertanyaannya. Kutebak pasti dia
sedang bosan dan memutuskan untuk menggodaku. Uh-oh.
“ Ck! Kau benar-benar nggak tahu hyung?
Memangnya kau nggak pernah melihat cermin? “ bernarkan tebakanku?.
“ Hah! Hah! Hah dan HAH! “ Aku membuat suara
tawa dipaksakan yang garing. “ Aku bahkan sudah tahu apa yang akan kau katakan.
Ada apa meneleponku? Kau kangen padaku ya? “
“ Tutup mulutmu! Walaupun kau sudah tahu
seharusnya kau pura-pura nggak tahu dong! Ck! “ komentar Kyuhyun lancar.
“ Eum~ Aku sedang gundah gulana Hyung. “
“ Kau gomong apasih?! Memang kau di dorm sendirian?
Dimana yang lain? “
“ Selain 5 orang yang dapat kencan membosankan
maksudmu? Anak-anak pergi makan. “
“ Dan kenapa kau nggak ikut? “
“ Eum~ “ Kyuhyun terdengar
sedang berfikir. “ Aku sakit hyung.. “ katanya dengan suara
tangis yang dibuat-buat.
“ Biar ku tebak.” Aku sengaja memberi jeda, “
Diare? “
Hening sesaat. Kyuhyun kena Diare tiga hari
yang lalu. Hah! Tebakanku tepat ternyata.
“ Kenapa kau tahu sih? Nggak seru. Diare
penyakit berbahaya hyung.. kau nggak kahawatir padaku? “ katanya. Jelas ia
ingin meneruskan acara ngobrol nggak penting ini.
“ Aku masih ada jadwal. “ kataku akhirnya.
“ Ck!! Iya aku tahu. Yasudah! Pergi sana! “
omel Kyuhyun dari seberang kemudian memutuskan sambungan. Aku tertawa. Tubuhnya
saja yang besar, sifatnya seperti anak 3 tahun.
Bel kamar berbunyi dan aku mendengar suara
dari interkom. Aku sudah harus pergi sekarang. Kasihan pasanganku,
dia pasti sangat menunggu acara ini.
.
.
Aku sedang di dalam mobil menuju ke tempat
dimana kami akan makan malam. Pasangan kencanku – yang belakangan aku ketahui
bernama Hyuna – duduk diam di kursi sebelahku. Ia terlihat cantik dengan
balutan gaun sutera panjang berwarna hijau zamrud. Rambutnya yang pendek Ia
biarkan tergerai begitu saja. Sederhana dan... cantik. Ia terlihat gugup dan
berkali-kali meremas tanganya sendiri. Aku tertawa.
“ Keberatan menemaniku ngobrol, Hyunna-ssi?
“ tanyaku kemudian.
“ N-ne?? Ah.. tidak. M-maksudku
tentu saja tidak, Eunhyuk Opp— m-maksudku Eunhyuk-ssi. “
Aku tertawa. “ Tidak apa-apa. Tenang saja.
Yang harus kita lakukan sekarang hanyalah bersenang-senang. Dan.. karena kita
hanya berdua sekarang dan kau tidak perlu seformal itu padaku. “
Ia menggaruk tengkuknya.
“ Bagaimana mungkin aku bisa tenang. Aku
hampir tidak percaya bisa bertemu denganmu, apalagi duduk di mobil yang sama.
Dan aku harus menahan diri untuk tidak berteriak-teriak sepanjang waktu. “
jelasnya sambil tersenyum malu-malu. Anak perempuan yang manis.
“ Benarkah? Kenapa kau berfikir begitu? Segala
hal didunia ini sangat mungkin terjadi. “ kata-kata itu meluncur begitu saja
dari bibirku. Oh~ kapan aku belajar kata-kata ini? “ Jadi, bagaimana perasaanmu
sekarang Hyunna-ssi? “
“ Hyuna saja, please. “
katanya riang. Jelas ia sudah bisa lebih mengontrol keadaan hatinya sekarang.
“ Eum~ karena banyak hal. “ jelasnya. Ia
menghembuskan nafas lalu tersenyum simpul, “ Aku bahkan tidak menonton semua
konser kalian. Dan karena aku masih harus kuliah aku tidak punya banyak waktu
untuk melakukan hal-hal yang dilakukan ELF lain yang
sebenarnya sangat ingin aku lakukan. “ katanya jujur. Elf selalu
membuatku terharu.
“ Kau tidak harus melakukan itu. Dan karena
sekarang kau bersamaku, kita harus bersenang-senang. “
Ia tersenyum lebar.
“ Eum~ ngomong-ngomong, berapa usiamu
sekarang? “
HYUNNA POV
Aku adalah wanita paling beruntung di dunia.
Jelas.
Eunhyuk Oppa berbeda denga
apa yang selama ini aku bayangkan. Ia begitu dewasa dan.. oh GOD! Aku
harus menahan diri untuk tidak melihat bibirnya! Bibirnya mengandung magnet
yang membuatku terus-terusan ingin melihatnya. Ya Tuhan!!
“ Eum~ ngomong-ngomong, berapa usiamu
sekarang? “. Kami sedang melakukan sesuatu yang disebut ‘pendekatan’. Bukan
dalam konteks negatif juga sih. Dia melakukan itu pasti karena keadaan disini
benar-benar kaku. Aku pasti terlihat
sangat membosankan mengingat dari tadi Oppa-lah
yang berusaha memulai percakapan. Aku diam bukan berarti aku nggak pengen
ngomong. Banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya, hanya saja mulutku sering
lepas kendali dan tidak mematuhi perintah otakku. Jadi, karena malam ini aku
harus menjadi yeoja yang manis, aku akan menjawab
pertanyaan-pertanyaan darinya saja.
“ 20tahun. Hihi.. “
“ Jinjayo? “ nada suaranya
naik satu oktaf dan matanya melebar.
“ Nn-ne. “ aku menautkan
alisku. Ada masalah dengan umur 20?
“ Kukira kau lebih muda. “ katanya
malu-malu. “ Maafkan aku, kupikir kau masih 16 tahun. Kau terlihat sangat
muda.“ katanya lagi.
Well.. jadi ini berita baik atau buruk? Apa aku terlalu
kekanak-kanakan seperti kata Saerim? Duh! >
“ Hah-ha. Aku barusaja bilang kalau aku sedang
kuliah, ingat? “ aku tertawa garing. “ Sebenarnya kau yang terlihat sangat
muda. Kalian semua terlihat sangat muda. Umurmu sudah 26 tahun dan kau bahkan
masih cocok menjadi anak SMU. Dan bahkan Teuki Oppayang sudah
berkepala 3 masih cocok jadi anak kuliahan semester awal. “ aku menutup mulutku
dengan tangan. mulut terkutuk. Aku ngomong apa sih?
Eunhyuk Oppa tertawa riang
disebelahku.
“ kau ini bisa saja. “ katanya senang. “ Hibur
aku dengan ceritamu mengenai kami. “ katanya lagi. Oh~ bagaimana aku bisa
melakukan itu.
“ Tapi Oppa~ aa.. maksudku,
Eunhyuk-ssi, aku— “
“ Kau bisa memanggilku Oppa kalau
kau mau. Panggil aku seperti biasa kau memanggilku. “ katannya sambil
mengedipkan sebelah matanya padaku. Darahku berhenti mengalir. GOD!!
“ Ini perintah dan jangan melawan. “ tambahnya
cepat ketika melihatku mematung ditempat seperti orang tolol.
Pembicaraan berharga kami harus berhenti
ketika Oppa membelokkan mobilnya ke sebuat restoran cantik
dengan lampu-lampu kuning kecil yang berkedip-kedip riang. Sangat indah. Tempat
makan malam romantis yang sangat sempurna! Mungkin aku akan mendapatkan ciuman
pertamaku malam ini atau... mungkin juga tidak. Orang-orang dari pihak
penyelenggara ternyata sudah stan by menunggu kami. Uhh~
kenapa aku tidak terkejut?
Kami berdua turun dan membungkuk hormat kepada
Orang-orang itu. Tanpa membuang waktu, kami menuju teras atas. Dan.. wow!
Sangat cantik dari atas sini. Meja makan kami berada ditengah-tengah balkon,
dengan cahaya lilin yang menari-nari tertiup angin. Benar-benar sempurna! Aku
sedang tersepona – maksudku terpesona – dengan pemandangan lautnya ketika
Eunhyuk Oppa memanggilku dan menarik kursi untukku. Aww... manis
sekali. Kami memakan hidangan kami dengan kamera yang terus menyorot dan mengawasi
gerak-gerik kami. Rasanya seperti seorang penguntit yang tertangkap basah
sedang mencuri pakaian dalam idolanya. Sedikit kecewa dan aku lebih menyukai
saat kami masih di dalam mobil tadi. Makan malam selesai. Dan minus kamera
menyebalkan yang terus-terusan memelototiku, makananya enak sekali lho!
Seleai acara ‘makan malam romantis’ kami,
orang-orang dari pihak penyelenggara pamit tak lupa mengingatkan jadwal kami
esok hari. Akhirnya, aku berdua lagi dengan Oppa.
“ Mau pergi ke suatu tempat ? “ tawar Oppa sesaat
setelah mobil terakhir rombongan penyelenggara hilang dari pandangan.
“ Tentu. “
Yeah~ kenapa tidak?
Kami mengobrol lagi dalam perjalanan. Aku
bahkan nggak peduli lagi dia mau mengajakku kemana. Ahh~ apalagi yang lebih
indah selain ini? aku bahkan tidak ingat lagi soal HangengOppa –
cinta sejatiku –. Aku hanya ingin lebih lama dan lebih lama bersama namja
didepanku. Bisakah hentikan waktu sekarang, please? aku
benar-benar tidak ingin acara ini berakhir.
.
.
Hari ini kami hanya harus shooting jalan-jalan
pagi ditepi pantai. Sisanya kami bebas melakukan apapun yang kami
inginkan! YES! Jadi, saudara-saudara, dengan ini saya
menyatakan bahwa hari ini resmi menjadi hari Eunna – Eunhyuk Hyunna – sedunia.
Uhh.. kayak Eunhyuk Oppa bakal tertarik padaku saja.
“ Ada tempat yang ingin kau kunjungi? “ tanya
Eunhyuk Oppa ketika kami sedang sarapan di hotel.
“ Aku ingin. Tetapi aku tidak tahu banyak
tentang tempat-tempat di pulau ini. “ aku mengaku.
“ Kau kecewa karena aku memilih tempat ini dan
bukan tempat lain? “ tanyanya lalu memasukkan sesendok besar salad buah kedalam
mulutnya.
Aku tersedak. “ Apa?! Oh,, tidak. Tentu saja
tidak. “ – walaupun sebenarnya aku berharap kau akan mengajakku keluar negeri
sih, tambahku dalam hati. “ Aku belum pernah kemari sebelumnya, “ tambahku
lagi.
“ Kalau begitu, kita akan berkeliling! “
soraknya.
.
.
Pemberhentian pertama : Bungee Artpia.
Aku turun dari mobil dan berlari kearah rumpun
bunga berwarna kuning – yang entah apa namanya – seluas lapangan bola.
WOW!! Bunga-bunganya sangat sangat indah! Aku
merentangkan tangan dan menutup mata. Angin bertiup lembut dan menerbangkan
helaian rambutku.
“ Kau menyukainya? “ tanya Eunhyuk Oppa sambil
tersenyum cerah. Hari ini dia memakai celana pendek selutut dan kaos tanpa
lengan yang dibalut jacket coklat susu. Aku membuka mata dan
tersenyum lebar selama dua detik, lalu menutup mata lagi, mengabaikan
pertanyaanya dan berputar-putar diatas kakiku tanpa membuka mata. “ Rasanya
seperti terbang... “ aku bergumam, “ Dan baunya.. “ kuhirup nafas banyak-banyak
dan menghembuskannya lagi. “ Seperti kebebasan. “ Aku berhenti berputar dan
berdiri sejajar dengan tubuhnya.
“ Bagaimana menurutmu? “ tanya Eunhyuk Oppa dengan gummy
smile-nya yang menggoda.
“ Rasanya seperti dalam film Bollywood,
“ aku menghirup nafas, “ kau tahu kan? Menyanyi di tempat penuh bunga dan angin
yang membelai rambutmu.” Seperti yang selalu aku tonton bersama Saerim,
tambahku dalam hati. Uhh~ sayang sekali Saerim tidak ikut bersamaku. aku
menyesal untuknya.
“ Kau melihat film Bollywood? “
tanya Eunhyuk Oppa menahan tawa.
“ Selalu! “ kataku semangat. “ Mereka
bernyanyi dan menari seperti ini.. dan seperti ini.. “ aku menirukan
gerakan-gerakan dalam film yang aku tonton. Suara tawa Eunhyuk Oppa membuatku
sadar dari tingkah konyolku. Aku benar-benar seperti badut. Aku melihat
Eunhyuk Oppa tertawa sampai air mata menggenang di ujung
matanya.
“ Mianhe,, “ katanya
kemudian, masih tidak bisa meyembunyikan seringai lebar dari wajahnya. “ Aku tidak
bermaksud— “
Ya Tuhan!! Dia tertawa!
“ Jangan minta maaf. “ aku menyela. “ Aku
sangat khawatir dan berfikir pasti aku sangat membosankan karena kau belum
tertawa seperti itu sejak kita bertemu kemarin. Padahal aku selalu melihatmu
tertawa seperti tadi di televisi. “
EUNHYUK POV
“ Jangan minta maaf. “ Hyunna menyela
ucapanku. “ Aku sangat khawatir dan berfikir pasti aku sangat membosankan
karena kau belum tertawa begitu sejak kita bertemu kemarin. Padahal aku selalu
melihatmu tertawa seperti tadi di televisi. “
Senyumku hilang perlahan. Berapa usianya
sebenarnya? Kenapa dia begitu polos?
Aku memperhatinya. Terkagum-kagum melihat
hamparan bunga – yang sebenarnya sangat biasa – di depan kami. Saat memakai
gaun hijau zamrudnya semalam, ia terlihat manis dan dewasa. Sekarang ia lebih
terlihat seperti anak umur tujuh tahun yang kegirangan karena diberi gula-gula
kapas ukuran jumbo. Tanktop warna soft pink dibalut sweeter berjaring-jaring
lebar yang kedodoran terlihat manis diatas celana pendeknya. Dia bahkan
terlihat manis walau hanya memakai tanktop dan celana kain.
Aku mengerjapkan matakku. Apa yang terjadi
padaku? Tidak mungkin aku jatuh cinta padanya karena belum genap 24 jam sejak
aku pertama bertemu dengannya kemarin.
“ Mau ke tempat berikutnya? “ tawarku setelah
kurasa cukup lama baginya berputar-putar dan memperhatikan bungan-bunga
membosankan itu.
“ Bisa tolong ambilkan gambar untukku sebelum
pergi? “ tanyanya. “ Aku menyesal karena tidak mengambil foto saat makan malam
kemarin. “ tambahnya lagi.
“ Tenang saja. Orang-orang dari pihak
penyelenggara pasti punya banyak foto saat kita makan malam. Mereka bahkan
merekamnya, kau ingat? “ aku tertawa. Benar-benar gadis polos.
“ Benar juga! “ ia menepuk jidatnya. “ Jadi
aku tidak perlu khawatir, “ katanya riang lalu menyerahkan ponselnya padaku.
“ Tolong ambilkan gambarku, “ katanya lagi.
Ia mengangkat tanganya membentuk huruf V dan
tertawa lebar. “ Apa kau keberatan jika aku minta foto bersama? Aku tidak akan
selalu beruntung dengan mendapatkan kencan buta dengan member Boyband seperti
sekarang lagi, “ pintanya.
Aku tertawa dan mengacak pelan rambutnya.
Ups... “ Tentu, “ kataku cepat-cepat begitu dia membatu ditempatnya.
Dari Bungee Artpia aku
mengajaknya ke Cheonjiyeon.
Setelah sampai di air terjunya, ia langsung
membuka sepatunya dan melemparkannya asal, lalu berlari dengan kaki telanjang
dan mencelupkan kakinya ke dalam air. Ia menoleh dan melambai padaku,
menyuruhku bergabung padanya.
Aku tersenyum dan mendekat. “ Lepaskan sepatumu
dan bergabunlah bersamaku, “ dendangnya riang.
“ Eum~.. “ aku menggaruk tengkukku yang tidak
gatal dan duduk mendekap kakiku disebelahnya. “ Aku sudah terlalu sering
kesini. “ jawabku.
“ Benarkah? “ ia menciptakan riak-riak air
kecil dengan gerakan-gerakan kakinya. “ Apa kau merasa bosan pergi bersamaku? “
tanyanya lagi.
“ Eh.. apa?! Tentu saja tidak. Kan aku yang
mengajakmu berkeliling.. “ jawabku ragu. Kenapa sekarang jadi aku yang gugup
begini?
Kami menghabiskan 30 menit berikutnya dengan
jalan-jalan disekitar air terjun. Ia menceritakan bagaimana Ia dan
teman-temannya sesama elf melakukan gathering dan
mengobrol membicarakan kami dengan wajah yang berseri-seri. Aku hampir menangis
mendengarnya. Bagaimana mungkin kami bisa mendapatkan cinta mereka yang begitu
besar? Bagaimana mungkin dia bisa terlihat begitu bahagia hanya dengan
menceritakan hal-hal tentang kami? Aku benar-benar harus menahan dorongan untuk
memeluk gadis ini dan mengucapkan terimakasih.
Aku mengajaknya makan dan kemudian kembali ke
hotel. Aku masih ingin mengajaknya ke suatu tempat sebenarnya. Tapi mungkin aku
akan mengajaknya besok saja.
.
.
HYUNNA POV
22.05 PM KST
Aku sedang di dalam kamarku.
Mengerjap-ngerjapkan mata berusaha untuk tidur. Tapi mataku masih terbuka
dengan sempurna. Jadi aku memanfaatkan waktu untuk rapat evaluasi [?] dengan
diriku sendiri. Aku baru bertemu Eunhyuk Oppa kemarin tapi
rasanya aku sudah mengenalnya lama. Dia mengajakku jalan-jalan. Jelas hubungan
kami sudah mengalami perkembangan yang berarti. Yes! Yes! YES! Yes
pangkat 3! Aku benar-benar malu sekaligus senang saat Oppa mengacak
rambutku. Pasti wajahku sudah merah padam saat itu. Aku menyambar ponsel dan
menghubungi Saerim.
Dua deringan dan aku mendengar suara Saerim.
“ Yeah? “ Saerim menjawab
dari seberang.
“ Aku ingin kau ada disini bersamaku. “
Hening sesaat. “ Terjadi sesuatu? “
“ Ya!! “ aku mendesah. “ Aku benar-benar jatuh
cinta padanya. “
“ Itu hal yang selalu kau katakan padaku. “
katanya. “ Setiap hari. “ Saerim mengingatkan.
“ Aku tahu, tapi ini berbeda, kau tahu? “ aku
mengambil posisi duduk diatas ranjangku. “ Aku memang menyukainya karena dia
Super Junior. Tapi ini berbeda. Hiks.. aku harus gimana dong?? “
“ Tentu saja kau harus mencintainya. Kau ELF
dan dia Super Junior. Itu wajar. “ terdengar hembusan nafas. “ Kau selalu
mengatakan itu padaku, Na-ya.” Jelas saerim panjang lebar.
Aku mendesah panjang. “ Yeah~ mungkin
kau benar. “
“ Jangan terlalu berharap dan jangan anggap
serius semua yang dia lakukan. “ kata Saerim pelan. “ Aku tahu kau benar-benar
menyukainya, dan itu bukan salahmu. “ Saerim memberi jeda pada kalimatnya. “
Kagum pada seseorang bukan masalah, hanya saja jangan terlalu berharap
padanya. Eum~ aku hanya tidak ingin kau terlalu terhanyut
dengan perasaanmu. Aku senang kalau apa yang kau inginkan akan terwujud
nantinya. Tapi, Na-ya, kau juga harus ingat satu hal yang paling
penting. “ jeda lagi. “ Cinta seorang artis kepada fans-nya lebih
bersifat general, dan kau tahu itu. “ ucap saerim. Aku bisa
menangkap nada menyesal dalam ucapanya.
Hening.
Saerim benar.
“ Uh.. yeah~ “ kataku pada
akhirnya.
“ Tapi, karena sekarang kau sedang bersamanya,
bersenang-senanglah dan lakukan semua hal yang ada dalam daftarmu. “ katanya
penuh semangat. “ Jangan sia-siakan kesempatan. “
Aku tertawa. “ Aku pasti terlalu berlebihan
tadi. “ aku mengaku. “ baiklah.. mau bertukar cerita? “ tawarku padanya.” Nggak
adil kalau aku yang terus-terusan ngomong. Hibur aku sekarang.”
“ Eum~ aku tidak punya cerita
apapun untukmu kecuali satu. “ suaranya terdengar malu. Aku diam, menunggunya
melanjutkan ceritanya. “ Yeah~ bukan hal besar sih. Kau tahu
kan, Hyujin Oppa diaa.. umm.. well.. mengajakku
keluar akhir pekan ini, “ jelasnya malu-malu.
“ Mwo???! Tentu saja itu hal
yang besar! Kau mendapatkan kencan, sayang! “ kencan sungguhan, aku menambahkan
dalam hati. Aku yang menyuruhnya bersikap lebih terbuka dan sedikit
menggoda Hyujin. Dan sekarang mereka benar-benar akan pergi keluar bersama.
Hore untuk Saerim.
“ Mungkin aku memang harus mulai mendengarkan
saran-saranmu, “ katanya.” Well.. aku harus tidur, dan kau
jelas punya jadwal besok pagi. “ terdengar suara tawa “ aku tidak percaya
sahabatku sudah jadi artis. “
“ Kau ngomong apa sih? Aku artis yang masa karirnya
hanya 5 hari. “ balasku garing. “Well.. selamat malam. “ kataku
pada akhirnya.
.
.
Kami punya banyak hal yang harus dikerjakan
pagi berkutnya. Ini hari ke-3 ku bersama-sama Eunhyuk Oppa. Itu
artinya tinggal satu hari penuh yang bisa kami habiskan bersama-sama karena
kami dijadwalkan terbang ke seoul jam 11 siang pada hari ke-5. Seharian ini
pihak penyelenggara merekam semua aktivitas kami, dengan jadwal yang telah
diatur tentu saja. Kami harus berjalan kaki menyusuri tepi pantai Jungmun,
menyewa kapal kecil dan berlayar singkat ke tengah lautan. Pantai ini
benar-benar hebat. Tidak terlalu ramai dan pemandanganya benar-benar cantik.
Kami mencoba bermain ski air. Air menciprat kemana-mana membuat bajuku basah
dan membuat rambutku menempel menutupi wajahku. Itu adalah pengalaman
pertamaku. Aku belum pernah bermain ski air sebelumnya. Selesai dengan acara di
pantai, kami pergi ke Gunung Halla. Kami tidak naik ke gunungnya
tentu saja. Kami hanya jalan-jalan menikmati pemandangan di sekitar gunung.
Cuaca sangat cerah dan puncak gunungnya dihiasi kabut-kabut tipis yang
menciptakan kesan romantis. Benar-benar indah. Setelah itu kami pergi ke
sebuah danau cantik yang aku lupa namaya. Aku yakin tempat ini pernah digunakan
untuk shooting film tertentu. Tapi aku tidak ingat apa. Kami menghabiskan
banyak waktu ditempat itu, dan pemberhentian terakhir adalah di rumah makan
yang letaknya cukup tinggi sehingga pemandangan lampu-lampu perumahan terlihat
indah dari sana. Aku bertemu banyak Elf yang kebetulan sedang berada disana.
Mereka mengambil foto-foto kami dan salah seorang diantara mereka mengucapkan
selamat padaku. Aku benar-benar sangat beruntung.
Malam harinya setelah sampai di hotel, aku
menghabiskan 2 jam penuh ngobrol dengan Eunhyuk Oppa. Aku tidak percaya kami
bahkan membicarakan hal-hal yang sifatnya agak pribadi. Kami berseru ketika
melihat bintang jatuh dari langit.
Ya Tuhan... aku ingin bertemu dengan orang ini
sekali lagi..
.
.
Hari terakhir.
Kami harus melakukan sedikit pemotetran di area
hotel. Dan karena kami sudah tidak mempunyai jadwal lagi, Eunhyuk Oppa memutuskan
untuk mengajakku jalan-jalan. Sebenarnya aku sangat ingin pergi ke pasar-pasar
tradisional dan membeli oleh-oleh untukku sendiri dan untuk Saerim. Tapi
mengingat status Eunhyuk Oppa sebagai selebriti, aku tentu
tidak mau mengambil resiko membiarkannya dikerubungi ahjumma-ahjumma, atau Elf yang
kebetulan sedang berbelanja. Jelas aku tidak mau menyia-nyiakan hari terakhirku
dengan hal seperti itu. Setelah lama berputar-putar dan mampir ke minimarket
untuk membeli keripik kentang, Oppa kembali mengendarai mobil dan kami berhenti
di tepi pantai. Masih satu garis dengan pantai Jungmun, kurasa. Aku
melepas sepatu ketsku. Dapat kurasakan pasir putih yang hangat dibawah kakiku
dan angin sepoi-sepoi yang berhembus diwajaku. Ahh~ andai saja
waktu bisa berhenti..
Matahari mulai condong ke barat. Aku berjalan
mendekat dan duduk dengan memeluk lutuku. Eunhyuk Oppa mengambil
tempat disebelahku. Oh! Aku ingat sesuatu.
“ Oppa.. apa kau keberatan
jika menyanyikan sebuah lagu untukku? “ aku menatapnya malu. Kuserahkan
ponselku dan kuberikan padanya. “ Setidaknya, aku punya rekaman suaramu yang
bisa kudengarkan sebelum tidur, hihi.. “
Eunhyuk Oppa tertawa dan
mengambil ponselku. “ Dan apa yang akan kudapatkan? “ tanyanya sambil
mengerling menggodaku.
“ Kuberikan tawaran yang menarik. “ sengaja
kuberi jeda pada kalimatku. Eunhyuk Oppa memiringkan kepalanya. “
Akan kuberikan fotoku yang paling cantik agar bisa kau lihat sebelum tidur. “
ujarku pura-pura serius.
Eunhyuk Oppa tertawa lagi. “ cukup
adil. “ katanya sambil menggerak-gerakkan kepalanya keatas dan kebawah. “
Baiklah. Lagu apa yang kau inginkan? “ tanyanya kemudian.
“ Marry You? “ aku memberi saran.
Ia bernyanyi. Mungkin suaranya tidak seindah
Kyuhyun atau Yesung atau siapapun. Tapi aku benar-benar menikmatinya. Suaranya
terdengar indah di telingaku. Lagunya selesai dan ia mengembalikan ponselku.
Kami ngobrol panjang lebar. Membicarakan Super Junior tentu saja.
“ Jadi, siapa diantara kami yang lebih kau
suka? “ tanya Eunhyuk Oppa saat kami tengah membahas
Eunhae Couple dan tingkah-tingkah fans yang menjadi shipper
mereka.
“ Aku suka kalian berdua. Tapi aku lebih suka
Hangeng Oppa! “ YA!! Aku ngomong apasih? ><
aku membuang muka kesamping dan diam-diam memukul kepalaku pelan.
Eunhyuk Oppa tertawa. Kenapa
dia tertawa?
“ Jadi kau menyukainya? Kenapa kau lebih
menyukainya daripada aku? Kau tidak lihat kalau aku lebih tampan darinya? “
alis matanya terangkat satu, matanya membesar dan menatapku intens pura-pura
marah. Dan walaupun aku tahu ia hanya pura-pura tapi itu cukup membuatku
menciut dan bingung harus ngomong apa. Ya Tuhan..
“ Bercanda,, “ katanya riang lalu menertawai
leluconya sendiri. “ Ngomong-ngomong, kapan kau akan memberikan kado spesialmu
untukku? “ tanyanya riang.
Oh, SIAL. Aku bahkan melupakan soal kado itu.
“ Eum~ soal itu ya.. aku...
a-akuuu mau main air sekarang. Ayo temani aku! “ aku berdiri dan menariknya ke
pantai. Ia berteriak-teriak mengatakan sesuatu tapi aku tidak mempedulikannya.
Seseorang harus menghentika pembicaraan ini sekarang.
Aku berhasil menyeretnya ke tepi pantai dan
membuat bajunya basah dan oh.. Sial! Bentuk badanya terlihat jelas dibawah kaus
putih tipis yang sekarang basah karena air laut. Badannya benar-benar bagus dan
benar-benar seksi. Ya Tuhan.. kau lakukan ini padaku? ini jelas godaan yang
berat untukku T__T . Ia jelas bersenang-senang dan menyiramiku menggunakan
kedua tanganya. Rambutnya basah, membuatnya terlihat semakin seksi. Semoga aku
tidak pingsan kena serangan jantung. >.<
Aku menunduk. Jangan lihat bibirnya. Jangan
lihat bibirnya! JANGAN lihat bibirnya. Aku melihat bibirnya. Seksi dan.. basah
kena air laut. Ya Tuhan!! Aku kehilangan keseimbanganku dan hampir saja terjatuh
kebelakan jika saja Eunhyuk Oppa tidak menarikku dengan
tanganya. Aku benar-benar berada dalam Drama Condition. Waktu
terasa berhenti, dan karena posisinya yang berada diatasku, bibirnya jadi
terlihat lebih seksi.
“ Opp-pa~ “ hanya itulah
satu-satunya kata yang keluar dari mulutku. Kami membeku selama 6 detik. Dan
segalanya terjadi begitu saja. Aku menciumnya! Aku bahkan tidak sadar telah
melakukan itu. Oh my.. Eunhyuk Oppa melepaskan tangannya dari
pinggangku dan pura-pura menggaruk tengkuknya. Seharusnya aku meminta maaf
padanya. Tapi aku terlalu syok dan tidak ada satu katapun yang keluar dari
mulutku. Eunhyuk Oppa mengajakku pulang dan kami menghabiskan waktu
di dalam mobil dengan diam. Setelah ini, aku bakalan nggak punya nyali untuk
bertatap muka dengannya. Aku sudah menghancurkan kencanku. Aku pasangan kencan
paling buruk sepanjang masa. Hiks..
Sepanjang sisa hari itu aku menghindari
bertemu Eunhyuk Oppa. Tapi aku harus bertemu dengannya saat
makan malam.
Eunhyuk Oppa mengajakku
bicara ketika jam 9. Dia pasti sangat marah padaku. ya Tuhan.. bunuh saja aku
dan bibirku yang lantang ini >.<
“ Oppa~ mianhamida. Aku
benar-benar tidak bermaksud melakukan itu. Aku.. a-aku... “ dan sekarang aku
bahkan menangis di depannya. Betapa aku rasanya ingin bunuh diri sekarang juga.
“ kenapa kau minta maaf? Dan.. Ya Tuhan! Kenapa kau menangis? Apa aku
mengatakan sesuatu yang salah? “ suara Eunhyuk Oppa terdengar
panik. Aku menunduk. Sama sekali tidak berani mengangkat kepalaku.
“ Aku benar-benar tidak tahu kenapa kau
menangis. aku minta maaf kalau aku menyakitimu, tapi tolong jangan menangis.
aku tidak biasa menghadapi yeoja yang sedang menangis. “
katanya. Aku bisa menangkap nada panik dalam suaranya. Kuhapus air mataku dan
memberanikan diri melihat wajahnya dengan hati-hati. “ I-itu.. soal.. hiks tadi
pagi.. a-akuu.. “
Diluar dugaan, Eunhyuk Oppa tertawa.
Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya heran. “ Kenapa kau minta maaf untuk
itu? “ tanyanya sambil mengusap air mata diujung matanya yang hampir jatuh karena
tertawa terbahak-bahak.
Aku cegukan. “ K-kupikir kau marah padaku
da-dan aku takut O-oppa tidak mau ber— “
“ Jangan seenaknya memutuskan, “ katanya
lembut. “ Aku tidak punya alasan untuk marah padamu, “ jeda sebentar. “ Eum~ boleh
aku minta hadiahku sekarang? “ tanyanya lagi.
Oh,,
“ a-aku.. tidak punya hadiah. “ kataku jujur.
Eunhyuk Oppa berjalan
mendekat dan meremas lenganku. Tunggu dulu! Kenapa dia melakukanya? Jelas-jelas
dia tahu aku menyukainya.
“ O-oppa~ tunggu dulu. Apa
yang— “
“ boleh aku menciummu? “ tanyanya. Manik
matanya yang hitam menatap dalam kedua bola mataku yang bergerak-gerak gelisah.
WHATTTT???!!!
Aku syok selama sedetik. Darahku berhenti
mengalir. Aku kena serangan jantung. Aku bakal mati. Selamat tinggal dunia yang
indah..
Aku mengangkat wajah dan menatap matanya.
Eunhyuk Oppa mendekat dan.. dia menciumku begitu saja.
Maksudku, dia BENAR-BENAR menciumku. Aku sedang sibuk kena serangan jantung dan
tidak ingat untuk menutup mata. Wajahnya benar-benar dekat. OH. MY. GOD. Setengah
dari jiwaku melayang-layang. Jantungku tenggelam. Ya Tuhan! Jangan pernah
bangunkan aku dari mimpi ini.
“ Kau tidak punya hutang kado spesial padaku
lagi. “ katanya sambil tersenyum. Dia hampir pergi meninggalkanku tetapi aku
menariknya.
“ S-sebenarnya, I-itu ciuman pertamaku. “
kataku gugup. Minus ciuman yang aku curi dari Eunyuk Oppa kemarin.
“ Tapi aku menyukainya. Karena ciuman pertamaku ternyata dengan orang yang
selama ini aku kagumi. “ tambahku cepat ketika kedua matanya membulat dan
terlihat kaget.
“ uh.. aku tidak tahu itu. “
ia menggaruk belakang tengkuknya malu-malu. Hening. Tidak ada yang bicara
hingga aku mendengar sebuah suara.
“ Boleh aku mendapatkannya lagi? “
Uoh.. siapa itu yang bicara? Aku kenal suaranya. Tapi disini
hanya ada aku dan Eunhyuk Oppa. Jadi, suara siapa itu?
Eunhyuk Oppa menatapku
intens. Membuatku sadar akan sesuatu. Mulutku lah yang dengan lantang
mengucapkan kata-kata itu. Oh~ apa aku terlihat seperti cewek
murahan sekarang?
“ Kenapa tidak? “ katanya. Kemudian ia
menciumku lagi. Kali ini aku menutup mataku.
Yeah.. kenapa tidak?
Kurasa.. aku mungkin akan bahagia. Aku punya
orang tua yang menyayangiku, sahabat yang sangat hebat, nilai-nilaiku di kampus
cukup bagus, dan ciuman pertamaku dengan namja luar biasa. Bukan
berarti ciuman ini akan menjamin kehidupan asmaraku nantinya sih. Tapi, siapa
peduli? Aku mendapatkan ciuman pertamaku.
Dan, satuhal yang aku tahu malam itu.
Eunhyuk Oppa benar-benar jago mencium.
.
.
06.38 am.
Aku sedang duduk di kamarku. Barang-barangku
telah kubereskan semua. Sepuluh menit kemudian, aku turun ke bawah untuk
sarapan. Setelah selesai sarapan nanti, ada jadwal wawancara sampai jam
sembilan. Uoh. Aku tidak yakin sanggup bertemu dengan Eunhyuk Oppa pagi
ini. Aku tidak mungkin bersikap biasa saja dan pura-pura tidak terjadi apa-apa
setelah apa yang kami lakukan semalam. Aku melihatnya. Eunhyuk Oppa.
Memakai kaus hitam berkerah rendah dengan jas warna senada. Bahkan hatiku masih
meloncat-loncat kegirangan setiap kali melihatnya walaupun kami sudah melakukan
banyak hal bersama. Ia tersenyum padaku. aku yakin saat ini pasti wajahku sudah
merah seperti kepiting rebus. Bagaimana mungkin dia bisa bersikap biasa saja?
‘ Dia artis, Hyunna.. ‘ aku mengingatkan diriku sendiri. Yeah~ benar.
Ciuman pasti bukan sesuatu yang luar biasa untuknya. Uhh.. aku
pasti terlalu berharap tadi.
Reporter yang mewawancarai kami adalah
reporter wanita yang sama yang mewawancaraiku ketika baru mau berangkat. Dan
dia bertanya soal hadiah spesisialku lagi. Ya Tuhan! Eunhyuk Oppa menjawab
bahwa itu rahasia dan hanya kami berdua dan Tuhan yang tahu. Membuat si
reporter wanita lebih menyemburkan berbagai pertanyaan lagi kepada kami. Artis
memang benar-benar hebat.
Skip time~
Kami sedang berada di bandara. 30 menit lagi
kami akan terbang ke Seoul dan berakhirlah kencan terindahku sepanjang masa
ini.
“ Boleh aku meminjam ponselmu sebentar,
H-Hyuna-ssi? Aku harus menghubungi seseorang dan ponselku mati. “ kata
Eunhyuk Oppa menginterupsi pikiranku.
“ Tentu, “
Selain itu, tidak banyak yang kami lakukan.
Akhirnya kami harus masuk ke pesawat dan kencanku resmi berakhir. Setelah
perjalanan yang singkat, kami tiba di Incheon. Aku membungkuk
kepada pihak penyelenggara dan berkali-kali mengucapkan terima kasih. Aku
mengucapkan terimakasih dan juga minta maaf kepada Eunhyuk Oppa.
Dia tersenyum, memberiku pelukan singkat dan melambai dua kali sebelum akhirnya
masuk ke sebuah mobil yang telah menunggunya.
Aku menarik koperku keluar dan melihat Saerim
berlari-lari kearahku. Ia memelukku lama dan menarik koperku menuju mobilnya.
Tentu, menghujaniku dengan berbagai macam pertanyaan.
.
.
Hari ini tepat seminggu setelah apa yang aku
sebut sebagai kencan besar. Acara kencan kami akan ditayangkan malam ini. Hari
sabtu malam dan aku terjebak di rumah sendirian. Saerim sedang pergi nonton
bersama Hyujin, dan dengan tega meninggalkanku sendirian. Pikiranku dipenuhi
dengan kenangan kencanku kemarin. Lima hari dan aku sudah melupakan cinta
sejatiku – Hangeng Oppa. Ck!
Acaranya dimulai dan menampilkan diriku yang
tersenyum malu-malu kearah kamera. Ya Tuhan!!! Aku masuk TV!
Ponselku berdering. Tepat ketika Eunhyuk Oppa muncul
di layar TV kabelku.
Satu kali.
Dua kali.
Tiga kali.
Aku menyambar poselku malas. Ck! Pesan dari
seseorang. Aku membukanya.
‘ Annyeong haseyo Hyuna-ssi, keberatan
menemaniku keluar malam ini? ‘
Eunhyuk
Begitulah kalimat dalam layar ponselku. Mataku
melotot dan mulutku terbuka dengan sempurna. Tapi.. dia tidak punya nomor
ponselku. Kami bahkan tidak bertukar nomor ponsel kemarin. Lalu, aku sadar akan
sesuatu.
“ Boleh aku meminjam ponselmu sebentar,
H-Hyuna-ssi? Aku harus menghubungi seseorang dan ponselku mati. “
Kata-kata Eunhyuk Oppa terngiang-ngiang
dikepalaku. Tentu Saja!! Aku bersorak!
Ya Tuhan.
YA Tuhan.
YA TUHAN!
Aku mendial nomor Saerim cepat.
Satu deringan cepat dan dia mengangkatnya.
“
SAERIIIIIIIIIIIIIIIIMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!!!!!!! >< Kau tak akan percaya!!
“
~ F I N ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar